Coca Cola Kembangkan Potensi Daerah Lewat Program PerpuSeru

Putri Rosmalia Octaviyani
21/5/2015 00:00
Coca Cola Kembangkan Potensi Daerah Lewat Program PerpuSeru
(Antara/Nyoman Budhiana)
SEBAGAI wujud nyata mengembangkan potensi dan membangun daerah, Coca Cola Foundation Indonesia melalui program "PerpuSeru" memperluas cakupan programnya kepada 70 perpustakaan desa dan 6 taman bacaan masyarakat (TBM) di 19 kabupaten di IIndonesia.

Coca Cola Foundation yang didirikan sejak tahun 2000 memiliki misi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat lewat jalur pendidikan.

"Kita menggali potensi masyarakat desa lewat informal learning. PerpuSeru ini salah satu caranya," ujar Titie Sadarini, Direktur Pelaksana Coca Cola Foundation, kemarin dalam konferensi pers rangkain acara Peer Learning Meeting PerpuSeru di Bali, Kamis (21/05).

Program PerpuSeru telah dimulai sejak tahun 2011 dengan melakukan kerja sama dengan Bill & Melinda Gates Fouundation. Program yang dijalankan adalah pelatihan berbagai keahlian pada warga desa, advokasi dalam pengembangan perpustakaan, monitoring pencapaian program, serta penyediaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi meliputi komputer dan jaringan internet gratis di perpustakaan yang menjadi mitra.

"Tujuan utamanya adalah agar perpustakaan dapat menjadi sumber belajar masyarakat agar menjadi masyarakat yang cerdas dan dapat memerbaiki kualitas hidup," ujar Erlyn Sulistyaningsih, ketua pelaksana rangkaian acara PerpuSeru 2015 yang dilaksanakan sejak 18 Mei di Hotel Ungasan, Bali.

Dikatakan Titie dan Erlyn, semenjak dilaksanakannya program PerpuSeru, sudah ada beberapa contoh masyarakat yang akhirnya berhasil menjalankan usahanya berkat ketersediaan buku dan informasi melalui internet di perpustakaan. Salah satu yang hadir adalah Wahyu Widodo. Pemuda 19 tahun Desa Wonorejo tersebut tengah menjalankan usaha pembibitan jahe merahnya yang kini semakin sukses.

"Awalnya tidak kerja, nggak tahu juga mau ngapain Akhirnya ke perpus, baca buku pertanian dan terpikir memulai usaha ini. Lalu lewat internet yang disediakan saya mulai menjual bibit jahe merah secara online, hasilnya memuaskan," ujarnya.

Sementara itu, Srie Sularsih, Kepala Perpustakaan Nasional RI yang turut hadir dalam acara tersebut mengtakan bahwa perpustakaan memiliki peran dalam mendorong pencapaian tujuan pembangunan daerah. Melalui perpustakaan juga masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan.

"Perpustakaan sekarang ini sudah tidak hanya dibuat untuk menampung buku-buku, tetapi juga sudah sebagai sumber informasi. Tidak hanya lewat buku yang berkualitas, tetapi juga lewat ketersediaan fasilitas seperti internet serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing daerah," ujar Srie.

Di Indonesia saat ini dikatakan Srie sudah terdapat sebanyak 497 perpustakaan yang terdiri atas perpustakaan daerah dan desa.

"Dari sekitar 505 kabupaten/kota ssudah hampir seluruhnya tersedia perpustakaan. Selain itu juga ada perpustakaan keliling. Semoga semakin banyak yang memfasilitasi agar perpustakaan semakin diminati masyarakat," tambahnya.

Rangkaian acara Coca Cola PerpuSeru dilakukan Hotel Ungasan Bali pada 18--21 Mei 2015. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri atas pengelola perpustakaan, pemerintah setempat, serta masyarakat dari 19 kabupaten/kota.

Selama empat hari, peserta disuguhi dengan berbagai kegiatan terkait pegembangan diri dan perpustakaan di daerahnya, mulai dar seminar, kelas public speaking oleh Charles Bonar Sirait, hingga lomba lapak-lapak khas daerah masing-masing. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya