Potensi Penguatan Dollar AS Semakin Terbatas

Fetry Wuryasti
13/8/2018 21:01
Potensi Penguatan Dollar AS Semakin Terbatas
(ANTARA)

SECARA garis besar, pelemahan rupiah sepanjang tahun ini disebabkan oleh tren penguatan USD terhadap mata uang global. Pelemahan rupiah, dijelaskan Ezra Nazula Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulide Aset Manajemen Indonesia, bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi Indonesia, sebaliknya fundamental domestik masih tetap kondusif.

"Seperti yang kita lihat dari data pertumbuhan PDB Indonesia kuartal dua yang mencapai 5,27% YoY, pertumbuhan tertinggi sejak 2013. Itulah sebabnya untuk menakar potensi pergerakan rupiah, kita harus mencermati sampai kapan tren penguatan dollar AS ini akan berlanjut," ujar Ezra, Senin (13/8).

Potensi penguatan dollar AS, menurutnya sudah semakin terbatas sehingga pelemahan rupiah juga makin terbatas. Hal-hal yang menjadi katalis penguatan dollar AS seperti empat kali kenaikan Fed Rate tahun 2018 dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan sudah terkonfirmasi.

Di lain pihak, secara historis melonjaknya utang AS biasanya diikuti dengan pelemahan USD. Saat ini, utang Amerika Serikat dalam tren yang terus meningkat, salah satunya disebabkan kebijakan pemotongan pajak.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia saat ini sangat proaktif menjaga stabilitas rupiah dengan melakukan intervensi ganda di pasar valas dan obligasi, menaikkan suku bunga 100 bps, dan juga membuka kembali lelang SBI untuk menarik dana asing.

Selain itu, secara musiman biasanya di kuartal dua, rupiah memang cenderung tertekan, karena peningkatan kebutuhan dollar AS untuk pembayaran dividen dan juga impor menjelang musim Lebaran. Memasuki semester kedua, tekanan terhadap rupiah tersebut relatif berkurang. Satu hal yang dapat membuat investor asing semakin yakin berinvestasi pada obligasi Indonesia adalah stabilitas nilai tukar rupiah.

"Ini yang masih menjadi ‘PR’. Tetapi untungnya Bank Indonesia terlihat sangat proaktif dan melakukan upaya-upaya preemtif untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Secara singkat, stabilitas rupiah adalah katalis yang sangat penting yang dinantikan pasar," paparnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya