BKPM Selenggarakan Gelar Potensi Investasi Daerah

Dero Iqbal Mahendra
20/5/2015 00:00
BKPM Selenggarakan Gelar Potensi Investasi Daerah
(Kepala BKPM Franky Sibarani/MI/Arya Manggala)
BESARNYA potensi yang masih terdapat di kawasan Indonesia timur saat ini masih belum tergarap secara maksimal akibat kesenjangan dengan pengembangan yang ada di wilayah barat. Untuk memperkecil hal tersebut pada pemerintahan ini Wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang secara definitif meliputi 13 provinsi yang ada di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan kepulauan timur dijadikan sebagai prioritas pengembangan.

Dalam rangka memanfaatkan potensi wilayah tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) dan Regional Investment Forum (RIF) pada 20-21 Mei di Kota Manado, Sulawesi Utara yang mengangkat tema ''Industri Kemaritiman dan Pariwisata''.

''Salah satu dimensi dalam prioritas pembangunan pada masa pemerintahan Jokowi-JK adalah dimensi kewilayahan, di mana Indonesia Timur menjadi wilayah yang diprioritaskan. Untuk itu pemerintah terus berupaya mengusahakan percepatan realisasi investasi di kawasan tersebut. Penyelenggaraan GPID & RIF di Manado ini merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan BKPM,''ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5).

Franky menambahkan industri Kemaritiman dan pariwisata diangkat sebagai tema GPID & RIF kali ini karena keunggulan geostrategis yang dimiliki KIT untuk kedua potensi tersebut. Industri pengolahan perikanan dimana wilayah tersebut sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia yang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta potensi wisata dengan minat khusus seperti marine tourism dan eco-tourism.

''Investor juga akan kita dorong untuk mendukung infrastruktur pada kedua sektor tersebut,'' tambah Franky.

BKPM mencatat realisasi investasi wilayah Kalimantan pada Triwulan I Tahun 2015 mencapai Rp 20,4 triliun (16,4 %), terdiri dari PMDN sebesar Rp 5,3 triliun dan PMA sebesar US$ 1,2 miliar. Sementara itu untuk wilayah Sulawesi pada periode yang sama realisasi investasi mencapai Rp 6,4 triliun (5,1%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,08 triliun dan PMA sebesar US$ 0,5 miliar. Untuk wilayah Maluku dan Papua, capaian realisasi investasi yang diperoleh sebesar Rp 4,4 triliun (3,5%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,06 triliun dan PMA sebesar US$ 0,4 miliar.

''Dengan melihat potensi investasi yang ada di wilayah tersebut, diharapkan pada tahun 2015 mampu menyumbang Rp. 109,6 triliun dari Rp. 519,5 triliun (21% kontribusi terhadap kebutuhan investasi nasional). Nilai itu diharapkan dapat menopang kesinambungan ekonomi nasional serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi bakat-bakat berkualitas di daerah,''tambah Franky.

Kegiatan GPID & RIF Manado merupakan salah satu dari rangkaian roadshow di 3 kota yang digelar BKPM di Medan, Manado, dan Mataram dari tanggal 18-22 Mei mendatang. Acara GPID & RIF merupakan kegiatan tahunan BKPM yang sudah dimulai sejak tahun 2006, namun untuk memaksimalkan kehadiran investor dan lebih terfokuskan peluang investasi daerah yang ditawarkan, tahun ini BKPM menggunakan format yang berbeda dengan menggelar roadshow di 3 kota dengan tema yang berbeda-beda.

Peserta yang akan hadir yaitu seluruh perwakilan Badan Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) serta perwakilan asing di Indonesia dan investor yang didatangkan oleh perwakilan BKPM (Indonesia Investment Promotion Center/IIPC) dari 8 negara (Korea Selatan, Jepang, Australia, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat, Persatuan Emirat Arab, dan Singapura).

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga menambahkan bahwa dalam GPID & RIF di Manado, akan ditampilkan pameran peluang potensi investasi dari seluruh provinsi di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Sementara itu dalam diskusi panel menghadirkan narasumber Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Kemaritiman, Direktur Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ketua Apindo yang akan berdialog mengenai pengembangan investasi industri kemaritiman dan pariwisata.

BKPM juga memberikan kesempatan kepada para calon investor/investor yang hadir untuk melakukan one-on-one meeting dengan para stakeholder di daerah baik kalangan Pemerintah maupun dunia usaha. ''Kami berharap melalui kegiatan one-on-one meeting tersebut, para calon investor/investor dapat memperoleh informasi 'first hand' secara langsung untuk mengetahui secara detail peluang di daerah termasuk ketersediaan lahan, informasi kawasan industri dan lain sebagainya. Kami juga berharap dapat terjalin business matchmaking dengan calon mitra potensial di daerah '' kata Himawan. (Dro/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya