Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI masih menjadi pemain utama dalam bisnis jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tidak ingin menggantungkan pendapatannya hanya dari bisnis jalan tol. Perseroan ingin meningkatkan kontribusi usaha lainnya yang saat ini baru berkontribusi sekitar 7% dari total pendapatan Jasa Marga. Pada semester 1/ 2018, Jasa Marga meraih pendapatan usaha lainnya sebesar Rp447 miliar.
"Kita berharap pendapatan usaha lainnya bisa berkontribusi hingga sebesar 25% dari total pendapatan Jasa Marga, " kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam media briefing di Jakarta, Kamis (9/8).
Sumber pendapatan usaha lain berasal dari penggunaan utilitas yang ada di jalan tol seperti reklame dan juga rest area. Namun ke depan, Jasa Marga akan menggenjot pendapatan dari sektor properti.
"Kita berharap dari Jasa Marga Properti yang terbesar. Saat ini kami memiliki lahan di Sidoarjo atau Pandaan yang bisa dikembangkan menjadi area commercial atau Industrial, " ujarnya.
Strategi untuk meningkatkan porsi pendapatan dari luar bisnis jalan tol, mutlak dilakukan oleh Jasa Marga dalam rangka mengantisipasi disrupsi bisnis ke depan. Apalagi upaya untuk meningkatkan tarif ke depan semakin berat karena juga harus memperhatikan ketentuan yang ada serta kemampuan dari pengguna.
Transformasi Budaya
Dalam rangka menghadapi era disrupsi itu, Jasa Marga juga melakukan transformasi budaya perusahaan. Para karyawan Jasa Marga Group yang berjumlah hampir 10 ribu orang diajak untuk berubah. Mereka diharapkan dapat menerapkan atau berlaku APIC dalam kesehariannya. APIC itu singkatan dari agile, profesional, integrity dan customer focus.
"Saat ini karyawan Jasa Marga tidak bisa bilang salah sendiri masuk tol saat macet. Customer tahunya bayar saat masuk dan ingin jalannya lancar. Ini membuat insan Jasa Marga perlu kreatif untuk mencarikan solusi sehingga layanan di jalan tol memuaskan pengguna, " jelas Direktur SDM dan Umum Jasa Marga Kushartanto.
Transformasi budaya juga dibutuhkan agar karyawan Jasa Marga memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan ke depan.
"Seperti pengembangan proyek properti ini tentu membutuhkan kemampuan tersendiri. Selain itu juga perubahan teknologi membutuhkan pembelajaran untuk mengadopsinya. Sehingga kepada para karyawan kita ajak untuk berubah dan terus belajar, " ujarnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved