Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekspor Hingga 300%

Nuriman Jayabuana
16/5/2015 00:00
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekspor Hingga 300%
(--(MI/PANCA SYURKANI))
MENTERI Perdagangan Rachmat Gobel menargetkan pertumbuhan ekspor tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan. Target tersebut dikemukakan meskipun kinerja ekspor Indonesia selama ini sedang mengalami penurunan.

“Kita menargetkan peningkatan ekspor 300 persen. Itu untuk mengejar ketertinggalan kita, dan angka yang harus kita capai pada 2019 yaitu USD 450 milar,” kata dia dalam diskusi publik bertajuk ‘Surutnya Kinerja Ekonomi-Politik Kabinet Kerja’ di Jakarta, Sabtu (16/5).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, kinerja ekspor Indonesia sepanjang April lalu mengalami penurunan. Nilai ekspor pada April 2015 tercatat US$ 13,08 miliar. Angka itu menurun 4,04 persen dibandingkan Maret 2015 yang mencapai US$ 13,6 miliar.

Menanggapi tren penurunan tersebut, Gobel menjelaskan memang terdapat penurunan nilai ekspor dari sektir tertentu. “Karena secara quantity ada kenaikan, tapi harga memang turun,” kata dia.

Pengaruh penurunan nilai ekspor Indonesia berasal dari menurunnya nilai ekspor migas sebesar 26,68 persen dari US$1,99 miliar pada Maret menjadi US$1,46 miliar. Secara kumulatif, per-Januari hingga April, nilai ekspor migas tercatat turun 11,02 persen dari US$58,59 pada tahun lalu menjadi US$52,14 miliar.

Penurunan ekspor migas juga diikuti menurunnya nilai ekspor nonmigas. Penurunan di sektor ini mencapai 0,17 persen dari US$11,65 miliar pada Maret menjadi US$11,63 miliar. Secara kumulatif Januari-April, ekspor non migas tahun turun 6,43 persen dari US$44,98 miliar dari US$48,06 miliar pada tahun lalu.

Gobel mengatakan pengusaha harus serius menggenjot produksi jika ingin menyentuh capaian ekspor 300 persen. Untuk itu, industri dalam negeri harus dioptimalkan.

“Karena saya khawatir, kita impornya banyak tapi industrinya kok ga berkembang. Kita harus bisa kita menjadi basis produksi baik untuk dalam negeri maupun untuk ekspor,” kata dia.

Mantan Ketua Umum Kadin ini mengaku tak ada lagi negara yang menjadi prioritas tujuan ekspor Indonesia. Menurutnya, semua negara harus diupayakan menjadi pangsa ekspor Indonesia. “Semua negara harus kita upayakan, tak ada lagi prioritas, semua negara harus dikembangkan,” kata dia.

Berdasar data BPS, pangsa pasar ekspor terbesar Indonesia pada April 2015 adalah Amerika Serikat. Nilai ekspor ke AS tercatat mencapai US$5,15 miliar. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia lainnya adalah Jepang dengan nilai ekspor US$4,47 miliar dan disusul China dengan nilai ekspor US$4,31 miliar. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya