Devisa Semakin Terancam, Presiden Harus Tegur Tim Ekonomi
Surya Perkasa
15/5/2015 00:00
(Wakil Ketua DPR Agus Hermanto--(MI/Susanto))
WAKIL Ketua DPR Agus Hermanto mengkritik kinerja tim ekonomi Presiden yang tidak bekerja maksimal. Beragam indikator ekonomi yang terus melemah dapat mengancam cadangan devisa negara.
"Sampai saat ini, ekonomi kita masih sangat tidak bagus. Bahkan dollar tidak recovery, nilai tukar tidak bisa dipertahankan. Kecenderungannya naik. artinya cadangan devisa kita bisa lebih terkuras lagi," kata Agus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/5/2015).
Harga kurs dolar memang sempat menyentuh titik Rp13.203 pada penutupan tanggal 12 Mei. Walau sempat menguat, tapi kurs dolar AS hari ini masih berada di titik Rp13.090.
Kurs dollar yang tidak kunjung menguat dapat menguras devisa negara. Karena perdagangan Indonesia sangat bergantung kepada nilai kurs dolar AS.
Memang berdasarkan data Bank Indonesia, devisa negara turun dari 111,554 juta dolar AS pada 31 Maret 2015 menjadi 110,867 pada 30 April 2015.
"Kalau cadangan devisa terus terkuras, berarti perekonomian kita semaik terpuruk," tegas politikus Demokrat itu.
Dia merasa tim ekonomi Jokowi, terutama menteri-menterinya yang mengatur kebijakan ekonomi perlu dievaluasi, ditegur dan diberi pengarahan. Perbaikan ini perlu segera dilakukan Jokowi-JK agar ekonomi tidak semakin terpuruk. Kalau dinilai perlu, reshuffle pun dapat menjadi jalan keluar.
"Barangkali memang perlu diganti, kalau misalnya dibahasa jawanya tidak 'ketututan' lagi. tidak bisa recovery lagi," kata dia.
"Tim ekonomi betul-betul diperbaiki. Perlu diberikan trigger pengarahan. Perlu diberikan, agar membuat eknomi semakin berkembang. Trigger yang sangat kuat, trigger iptek, teori ekonomi atau trigger evaluasi," imbuh dia. (Q-1)