Investasi Ditarget Naik Lagi

Nur Aivanni
08/8/2018 05:30
   Investasi Ditarget Naik Lagi
(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

MENTERIi Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap investasi bisa kembali tumbuh mendekati level kisaran 7% seperti pada triwulan I 2018 yang mampu tumbuh hingga 7,95%.

“Saya tetap berharap investasi akan recover mendekati 7%,” ujar Sri Mulyani saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Selasa (7/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2018 tumbuh 5,27% secara tahunan, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 5,01%.

Pada triwulan II, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sendiri tumbuh 5,87%. Dalam struktur produk domestik bruto (PDB), PMTB ialah penyumbang kedua terbesar setelah konsumsi rumah tangga (RT). PMTB berkontribusi sebesar 31,15%, sedangkan konsumsi RT sebesar 55,43%.

Dari sisi investasi, lanjut Sri Mulyani, ia melihat sebetulnya seluruh faktor yang mendukung untuk investasi tumbuh sudah ada di dalamnya. Pertama, tumbuhnya indikator seperti impor bahan baku dan barang modal, di luar alat-alat militer.

Kemudian, kredit perbankan juga sudah di atas 10%, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebelumnya yang tumbuh di kisaran 7% dan 8% saja, didukung dengan tingkat kredit bermasalah yang juga relatif rendah.

Ia juga menyinggung soal pelaksanaan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau yang dikenal dengan online single submission (OSS) yang diluncurkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang diyakini dapat membantu percepatan pengurusan perizinan bagi investor, baik asing maupun domestik.

“Kita juga terus akan memperbaiki insentif kita, dan tentu kita berharap investor dapat melihat opportunity baik untuk domestic market maupun terutama untuk ekspor,” ujarnya.

Stabilisasi rupiah
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengataka­n pelemahan investasi pada kuartal II 2018 akibat dari gejolak nilai tukar.

“Ya, sebagian perlambatan ini natural dengan siklus politik karena memasuki tahun politik. Tapi tahun ini tentu diamplifikasi oleh gejolak mata uang global, termasuk rupiah sehingga banyak oran­g menunda,” kata Thomas di Kompleks Istana Kepresidenan,  kemarin.

Untuk mendorong pertumbuhan investasi, sambungnya, pemerintah harus berupaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Dengan begitu, katanya, pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan investor.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan pertumbuhan investasi hingga akhir 2018 akan sangat bergantung pada implementasi dan eksekusi yang akan diambil pemerintah. Ia pun mencontohkan penerapan biodiesel 20% (B20) yang tengah digencarkan pemerintah.
“Kalau kita disiplin dan bisa eksekusi dengan baik, pasti akan kelihatan di penghematan devisa. Ini yang akan mengembalikan keyakinan investor bahwa rupiah akan stabil,” terangnya. (Ant/E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya