Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Bunga yang dikenakan dari pinjaman tersebut sebesar 1,75%. Fasilitas pendanaan itu akan dialokasikan untuk kegiatan modernisasi, peningkatan kapasitas, dan revitalisasi pelabuhan.
Pinjaman dari bank komersial, menurut Saefudin, merupakan fasilitas pendanaan untuk kegiatan investasi Pelindo III. Sumber lainnya penerbitan instrumen surat utang (obligasi) maupun sukuk. "Kami mencari sumber pendanaan yang membuat pembiayaan efisien dan mencukupi kebutuhan," ujarnya
Sebelumnya, badan usaha milik negara (BUMN) bidang kepelabuhanan itu juga menerbitkan obligasi internasional (global bond) sebesar US$500 juta dengan bungasebesar 4,875%. Pemesananan instrumen surat utang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 13 kali. Jumlah ini diperkirakan melampaui rekor kelebihan pesanan surat utang yang pernah diraih perusahaan pelat merah yaitu sebanyak enam kali.
Untuk alokasi pembelian global bond tersebut, investor Amerika Serikat (AS) memperoleh alokasi sebesar 42%, Asia mendapat 32%, dan Eropa mengambil 26%.
Sekretaris Perusahaan Pelindo III Yon Irawan mengungkapkan kebutuhan investasi operator yang mengelola 43 pelabuhan itu senilai US$1 miliar hingga 2019. Dana itu untuk membiayai revitalisasi, peningkatan kapasitas, dan modernisasi pelabuhan.
Lebih lanjut, ia menuturkan Pelindo III menargetkan pendapatan Rp6,53 triliun di 2015, naik 10% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya senilai Rp5,94 triliun. Pencapaian pendapatan juga akan berkontribusi bagi laba perusahaan.
Pelindo III membukukan laba sebesar Rp1,9 triliun di 2014. Pencapaian kinerja itu dikontribusikan dari jasa bongkar muat peti kemas sekitar 30%. Lalu pelayanan kapal, yakni jasa labuh, tunda, serta pemanduan kapal.
Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto menambahkan Pelindo III menyetorkan dividen sebesar Rp380 juta atau 20% dari laba perseroan sebesar Rp1,9 triliun di 2014. Itu sesuai keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan Kementerian BUMN.
Pelindo III menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4 triliun tahun 2015, naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sekitar Rp3,3 triliun.
Operator pelabuhan itu akan mengoperasikan pembangunan Terminal Teluk Lamong pada 2015. Selain itu, perseroan juga menyelesaikan clustering untuk curah cair atau cair di terminal Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan investasi peralatan.
Yon menambahkan pengembangan Pelindo III akan meningkatkan produktivitas seehingga bisa menurunkan biaya logistik. "Targetnya sekitar 5%," ucapnya. (E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved