Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VOLUME transaksi industri perdagangan berjangka komoditas (PBK) terus tumbuh melesat selama tiga tahun terakhir. Hal itu terlihat dari data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan, yakni pada 2016 volume transaksi meningkat 6,40%, kemudan 0,48% pada 2017, dan selanjutnya di semester 1 2018 tumbuh 30,15%.
"Industri PBK ini sedang berkembang seiring dengan peningkatan volume transaksi baik bilateral maupun multilateral. Kepercayaan masyarakat dan minat pelaku usaha terhadap PBK juga mulai meningkat," ungkap Dirut PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang pada peresmian pembukaan kantor cabang PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), perusahaan pialang berjangka bidang perdagangan PBK, di Malioboro City, Yogyakarta, kemarin.
Chief Business Officer PT RFB Teddy Prasetya mengatakan pada semester I 2018 perusahaannya membukukan kinerja cemerlang. Secara nasional, untuk pertumbuhan jumlah nasabah baru RFB meningkat 27,16% atau bertambah 1.311 nasabah sehingga kini jumlah nasabah lebih dari 10 ribu.
"Data volume transaksi RFB hingga Juni 2018 mencapai 615.513 lot, naik 148,86% jika dibandingkan dengan posisi yang sama di 2017 sebesar 247.332 lot," katanya.
Adapun transaksi produk bilateral atau sistem perdagangan alternatif masih berkontribusi lebih besar yakni 434.957 lot ketimbang produk multilateral yang sebesar 180.556 lot.
Namun, jelas dia, secara pertumbuhan, transaksi multilateral meningkat tajam 585,07% dari semester pertama tahun sebelumnya yakni 26.365 lot. Untuk transaksi bilateral naik 96,83% dari sebanyak 220.976 lot di periode yang sama 2017.
"Dengan pencapaian ini, RFB mampu menempati posisi sebagai perusahaan pialang berjangka terbaik urutan pertama dalam Top 5 Pialang Berjangka menurut BBJ," katanya seperti dikutip dari Antara.
Menengah atas
Teddy menambahkan kehadiran RFB di Yogyakarta karena Yogyakarta termasuk salah satu kota dengan wilayah agraris yang luas dan memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat. Yogyakarta juga memiliki lebih dari 35.900 investor potensial berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.
"RFB tertarik ekspansi karena pelaku pasar modal ialah salah satu target market investasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi memperkuat eksistensi pasar PBK di Indonesia sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda Yogyakata untuk menjadi pialang andal dan profesional," katanya.
Ia menargetkan tahun ini RFB cabang Yogyakarta mampu mengundang 300-an nasabah baru. "Sasaran kami kalangan menengah atas yang sudah sadar bahwa berinvestasi melalui cara ini ialah high risk, sekaligus high return. Kami tidak menyasar kalangan menengah ke bawah," katanya
Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan dengan adanya kantor cabang RFB di Yogyakarta akan semakin banyak masyarakat yang lebih memahami transaksi di PBK melalui pialang resmi.
"Namun, perusahaan juga harus melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait industri PBK sehingga memberikan citra positif tentang investasi pada perdagangan berjangka komoditi," katanya. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved