Bukopin Bidik Pembiayaan di Sektor Maritim Rp2,67 Triliun
Wibowo
11/5/2015 00:00
(Antara)
PT Bank Bukopin Tbk menjadikan sektor maritim sebagai salah satu sektor prioritas untuk meningkatkan pendapatan. Itu berdasarkan besarnya potensi industri kemaritiman di Indonesia.
"Bank Bukopin menargetkan hingga akhir tahun 2015, pembiayaan kelautan mencapai Rp2,67 triliun yang terdiri dari Rp2,5 triliun pembiayaan transportasi laut dan pembiayaan perikanan senilai Rp170 miliar ," kata Direktur Komersial Bank Bukopin Mikrowa Kirana di Jakarta, Senin (11/5).
Pembiayaan pada sektor maritim merupakan dukungan dan peran Bank Bukopin atas program JARING (Jangkau, Sinergi, dan Guideline) kemaritiman yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Program Jaring bertujuan diantaranya untuk peningkatan pembiayaan di sektor Kelautan dan Perikanan yang terus bertumbuh serta mendorong perluasan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Terlebih, peran dan sanksi pemerintah yang semakin tegas dalam pemberantasan penangkapan ikan ilegal berkontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan industri maritim nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2014, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor perikanan meningkat menjadi 8,9%. Pencapaian tersebut, di atas rata-rata PDB nasional yang hanya berada pada level 5,01% di periode yang sama.
Bank Bukopin merupakan satu dari delapan bank pelopor pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan yang dikembangkan oleh OJK bersama-sama Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hingga akhir tahun 2014 Bank Bukopin telah menyalurkan pembiayaan kelautan dan perikanan sebesar Rp2,19 triliun yang terdiri dari pembiayaan transportasi laut sebesar Rp2,1 triliun dan pembiayaan perikanan sebesar Rp89 miliar.
Pada tahun 2015, Bank Bukopin berencana menyalurkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp481 miliar yang terdiri dari pembiayaan transportasi laut sebesarRp400 miliar dan pembiayaan perikanan sebesar Rp81 miliar.
Dengan demikian, hingga akhir tahun 2015 pembiayaan kelautan Bank Bukopin ditargetkan mencapai Rp2,67 triliun yang terdiri dari Rp2,5 triliun pembiayaan transportasi laut dan Rp170 miliar pembiayaan perikanan.
Total pembiayaan ke delapan bank dan konsorsium Industri Keuangan Non Bank (IKNB) tersebut pada sektor kelautan dan perikanan periode Desember 2014 adalah Rp10,8 triliun dengan komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor kelautan kelautan dan perikanan sampai Desember 2015 sebesar Rp7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan sebesar 66,2%.
Dalam data yang dirilis OJK disebutkan, komitmen tambahan pembiayaan untuk tahun 2015 akan meningkatkan outstanding porsi pembiayaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang per Desember 2014 yang mencapai Rp17,6 triliun atau sebesar 0,49% dari total pembiayaan perbankan nasional. Sementara itu, pembiayaan IKNB kepada sektor tersebut pada 2014 mencapai Rp1,7 triliun atau sebesar 0,7% dari total pembiayaan IKNB.
OJK melalui inisiatif ini telah menargetkan pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan pada 2015 sebesar 67% dari realisasi Desember 2014 yang sekitar Rp17,6 triliun, hingga menjadi Rp29,39 triliun sepanjang 2015.(Q-1)