BTN Siap Take Over Penyaluran FLPP

Ahmad Punto
05/8/2018 23:00
BTN Siap Take Over Penyaluran FLPP
(Ist)

PUSAT Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan evaluasi penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang dianggap masih berjalan kurang cepat.

Di satu sisi, BTN menegaskan siap menyalurkan dan mengambil alih atau take over penyaluran FLPP.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PU-Pera Budi Hartono mengatakan, ada 40 bank yang saat ini bekerja sama untuk menyalurkan dana FLPP.

"Dari hasil evaluasi sampai semester I, terdapat delapan bank yang belum menyalurkan dana FLPP secara maksimal," ujar Budi Hartono, dalam acara Diskusi dan Media Gathering Forwapera, di Bogor, Sabtu (4/8).

Delapan bank pelaksana tersebut yang terdiri dari tiga bank umum nasional dan lima bank pembangunan daerah, belum menyalurkan kredit.

Realisasi penyaluran dana FLPP dari 2010 hingga 31 Juli 2018 mencapai Rp32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah.

Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria mengatakan, PT Bank Tabungan Negara Tbk mengaku siap untuk mengambil alih kredit pemilikan rumah/KPR dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang sebelumnya digarap bank lain.

"BTN siap, bila PPDPP menunjuk," kata Budi Satria.

Menurut Budi, tahun ini BTN kembali mendapat persetujuan dari Kenterian Keuangan untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP.

Tahun lalu, perusahaan hanya menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), setelah pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih separuhnya.

Dengan masuknya BTN, tentunya jumlah bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP akan bertambah.

Selain BTN, ada juga Bank Hana, yang dalam waktu dekat akan melakukan perjanjian kerja sama operasional (PKO), sehingga jumlah bank pelaksana menjadi 42 bank.

Sebagai pemimpin di pasar KPR, bank BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47% dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12%.

Program Satu Juta Rumah BTN sudah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah dengan nilai Rp38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun nonsubsidi.

Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit di antaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan. Adapun khusus untuk KPR subsidi BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp17,15 triliun.

Untuk paruh pertama tahun ini, BTN mengucurkan KPR subsidi dengan skema SSB dan bantuan uang muka. Bank BTN pada semester II tahun ini akan mengalirkan kredit dengan skema FLPP.

"Adanya FLPP tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat, dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program Satu Juta Rumah," ujarnya.  (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya