Pemerintah Belum Bisa Paksa Konversi DHE ke Rupiah

Gana Buana
05/8/2018 17:44
Pemerintah Belum Bisa Paksa Konversi DHE ke Rupiah
(ANTARA)

DIREKTORAT Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan belum bisa memaksakan para eksportir mengonversi Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang sudah masuk ke dalam perbankan Indonesia ke rupiah. Sebab, dari segi perpajakan, belum ada instrumen yang memaksakan para pengusaha.

“Tentunya dari sisi perpajakan belum ada instrumen yang bisa mendorong eksportir, setelah DHE masuk ke dalam negeri mereka tukar ke rupiah. Belum ada payung hukumnya, baru 15% yang sudah ditukar dari sekitar 85% DHE masuk,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Prayoga Saksama, ketika dihubungi Minggu (5/8).

Hestu mengungkapkan, memasukan DHE ke dalam negeri tidak sulit bagi eksportir. Namun masalah paling penting adalah kemauan pengusaha untuk mengonversi mata uang asing ke dalam rupiah. Sehingga, harapan DHE bisa berdampak kepada pertumbuhan ekonomi bisa terwujud.

Menurut Hestu, selama ini eksportir juga masih menyimpan hasil mereka dalam bentuk valas atau umumnya Dolar AS dalam bentuk tabungan deposito atau giro dengan beberap alasan. Di antaranya adalah para eksportir juga melakukan impor barang.

“Sedangkan banyak juga para importir yang mengharuskan mereka memiliki tabungan di luar negeri,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo juga memaparkan bahwa menginversi DHE ke rupiah juga akan memberi keuntungan bagi eksportir yaitu berupa kemudahan jika suatu saat mereka kembali membutuhkan dolar Amerika Serikat. Untuk itu guna mendorong para eksportir mengkonversi DHE ke Rupiah akan diberi kemudahan dari sisi fiskal oleh Kemenkeu. Sementara itu, BI akan memberikan kemudahan biaya swap.

“Para eksportir bisa mengkonversi rupiah dari spot, dan bisa juga kalau memang mereka masih ingin pegang dolar AS. Akan tetapi butuh rupiah melalui swap demikian juga untuk para importir yang butuh dolar, tidak harus ke spot tapi bisa ke forward,” ujar dia.

Menurut Perry, Mentri Keuangan, Sri Mulyani juga tengah mendorong ekspor tidak hanya memasukkan devisa ke Indonesia, tapi juga mengkonversi ke Rupiah. Sebab saat ini dari sekitar 85% DHE yang masuk ke perbankan Indonesia baru 15% yang dikonversikan ke Rupiah.

“Tentu saja kami akan terus berupaya supaya swap maupun forward terus murah,” tandas dia. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya