Pengumuman GDP Diharapkan Beri Sentimen Positif terhadap IHSG

Nur Aivanni
05/8/2018 17:14
Pengumuman GDP Diharapkan Beri Sentimen Positif terhadap IHSG
(ANTARA)

ANALIS Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan (6-10 Agustus) akan diperkirakan berada pada kisaran level support 5.978-5.988 dan resisten di kisaran 6.027-6.043. Meski pergerakan IHSG masih di bawah target resisten, menurut Reza, itu sudah sedikit lebih baik, terutama dalam menanggapi sentimen-sentimen yang berasal dari eksternal. Ia berharap masih ada sejumlah sentimen yang dapat mengimbangi sentimen eksternal tersebut. Salah satunya, rilis data pertumbuhan ekonomi (GDP).

"Dari sisi makro ekonomi, akan dirilis angka GDP yang juga diharapkan dapat menambah sentimen positif pada IHSG," katanya kepada Media Indonesia, Minggu (5/8).

Jika data pertumbuhan ekonomi tersebut tidak memberikan ekspektasi positif, ia mengatakan itu harus diwaspadai karena berdampak pada laju IHSG yang akan kembali melemah.

Adapun pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu (30 Juli-3 Agustus), jelas Reza, mampu kembali melanjutkan kenaikannya seiring bertahannya aksi beli di tengah berbagai sentimen. Sentimen yang dimaksud adalah sentimen negatif dari eksternal, yakni adanya perang dagang AS dan Tiongkok.

"Pergerakan IHSG di pekan kemarin naik 0,31 persen atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik 1,98 persen. Adapun high level yang diraih mencapai 6055,07 di atas sebelumnya di 5992,05 dan level terendah yang dicapai mencapai 5994,04 dari sebelumnya 5992,05," terangnya.

Selain itu, IHSG juga kembali melanjutkan pergerakan positifnya meski dibarengi dengan pelemahan sejumlah indeks saham Asia yang menantikan kebijakan baru dalam pertemuan Bank of Japan (BoJ).

"Kembali menguatnya Rupiah yang dibarengi dengan aksi beli asing membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya. Tak ketinggalan, sentimen akan dirilisnya kinerja emiten semesteran cukup membantu IHSG kembali menguat," katanya.

Kendati demikian, sambungnya, pergerakan IHSG kembali mengalami pelemahan seiring masih melemahnya laju bursa saham Asia lantaran adanya kekhawatiran tidak akan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok dan juga dibarengi dengan kembali melemahnya laju Rupiah serta tercatatnya aksi jual asing. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya