Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSEDIAAN beras milik Perum Bulog dinyatakan aman untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Bahkan, stoknya dikatakan cukup hingga menghadapi musim panen selanjutnya pada 2019 mendatang.
“Saat ini stok yang kita kuasai kuat, cukup siap untuk gejolak harga akibat adanya kekeringan di beberapa wilayah,” ungkap Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Tri Wahyudi Saleh saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (5/8).
Tri menjelaksan, dari data yang tercatat stok beras di gudang Perum Bulog ada sekitat 2,2 juta ton. Sedangkan kebutuhan distribusi bantuan sosial subsidi beras (Bansos Rastra) hanya membutuhkan 1 juta ton beras pertahun. Artinya, kata Tri, stok beras pun akan aman sebab cukup hingga 10 bulan mendatang.
Menurut Tri, meski di beberapa daerah terjadi gagal panen akibat cuaca kering. Namun beberapa daerah lainnya seperti di Sulawesi Selatan mengalami panen gadu atau panen yang terjadi pada periode kedua setelah panen musim rendeng.
“Di beberapa daerah seperti Sulawesi Selatan ada panen, seperti di Bulu Kumba, Sidrap dan Pare-pare. Bahkan panen gadu ini terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur,” ungkap Tri.
Demikian, Tri memprediksi serapan beras saat ini mencapai 7.000 hingga 10.000 ton perhari. Sebab pada musim panen gadu, beras hanya akan berproduksi sekitar 30% hingga 40%.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menambahkan, gudang milik Perum Bulog saat ini penuh. Stok Beras tersebut berasal dari pengadaan dalam negeri, impor dan sisa tahun lalu.
“Hari ini sebenarnya sudah sangat penuh gudang. Kita tidak bisa tampung semua. Ini sedang kita bicarakan pemanfaatan gudang-gudang TNI, Polri yang mungkin nggak dipakai kita minta bantuan untuk simpan beras kita,” tandas dia. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved