Pergerakan Bursa Asia Dinilai akan Pertahankan Zona Hijau IHSG

Jessica Sihite
11/5/2015 00:00
Pergerakan Bursa Asia Dinilai akan Pertahankan Zona Hijau IHSG
(Antara)
SENTIMEN positif dari bursa Asia diperkirakan akan mempertahankan zona hijau indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini. Begitu kata Analis Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Guntur Tri Hariyanto. Dia mengatakan sentimen regional dari Tiongkok yang mungkin akan membuat IHSG menguat meski tidak akan terlalu signifikan.

Sementara faktor dari dalam negeri dinilainya justru tidak akan membawa perubahan bagi pergerakan IHSG. Hal itu disebabkan oleh perkembangan kondisi ekonomi pekan lalu yang cenderung melemah. Dia melihat dari penurunan cadangan devisa, penurunan kredit, dan angka pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai hasil konsensus.

Dia memperkirakan level support IHSG pekan ini 5.120 dan level resistencenya 5.210.

"Minggu ini sebenarnya dari sisi perkembangan ekonomi Indonesia relatif tidak banyak perkembangan positif. Lebih pada harga (saham) yang lebih murah. Mungkin sentimen regional dari Tiongkok karena baru memangkas bunga deposito sehingga memengaruhi market," ujar Guntur saat dihubungi Media Indonesia, Senin (11/5).

Pada pergerakan pekan lalu, kata dia, zona hijau di lantai bursa Indonesia terjadi karena adanya aksi beli oleh para investor lantran harga saham yang cenderung sudah terlalu rendah. "Sudah ngedrop jauh, kalau ga salah 8% jika dibandingkan dengan posisi tertinggi. Jadi secara total, harga saham jadi lebih murah," ucapnya.

Senada, Analis bursa dari PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menuturkan zona hijau di pekan lalu lebih disebabkan oleh adanya aksi beli dari sebagian pelaku pasar. Meski IHSG sempat terkena imbas dari pelemahan bursa saham global sebelumnya yang dibarengi dengan berbalik melemahnya laju rupiah serta kembalinya aksi jual asing tidak membuat laju IHSG bertahan di zona merahnya.

"Akan tetapi, di akhir pekan laju IHSG mampu berbalik positif seiring imbas positifnya laju bursa saham AS," kata Reza dalam analisisnya yang diterima Media Indonesia.

Reza memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.050-5.133 dan resisten 5.195-5.224. Meski secara tren masih dalam pelemahannya, lanjut dia, mulai berkurangnya aksi jual dapat membuat IHSG kembali naik meski tipis.

"Kita harapkan adanya rils data-data global yang dapat positif setidaknya dapat membuat pelemahan menjadi tertahan," imbuhnya.

Pihaknya mengemukakan saham yang dapat dicermati pada perdagangan pekan ini adalah AKRA, BBRI, ICBP, BBCA, WSKT, PTBA, BBNI, SRIL, UNTR, RAJA, dan SCMA. (Jes/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya