BUMN Migas Momentum PGN Jalankan Fungsi Agregator Gas

(E-1)
04/8/2018 06:30
BUMN Migas Momentum PGN Jalankan Fungsi Agregator Gas
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

INTEGRASI PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai sub-holding bisnis gas dibawah PT Pertamina (persero) sebagai holding BUMN Migas menjadi momentum yang tepat bagi PGN untuk menjalankan fungsi agregator gas di Indonesia.

Direktur Komersial PGN, Danny Praditya, mengungkapkan dengan status PGN sebagai ujung tombak bisnis gas Pertamina, PGN memiliki portfolio yang komplet untuk menjalankan fungsi sebagai agregator gas.

Ia mencatat, setidaknya ada tiga faktor yang bisa mendorong PGN mampu menjalankan mandat sebagai agregator gas.

Pertama, pasokan dari sumber lapangan gas Pertamina, kini bisa dijual PGN ke seluruh pelanggannya.

Sesuai pemetaan yang telah dilakukan tim dari Pertamina, PGN, dan Pertagas, setidaknya ada tujuh sumber gas baru yang bisa dipasarkan PGN, yakni gas Blok Mahakam, Blok Cepu, Lapangan Puspa, Lapangan Cikarang Tegal Pacing, Lapangan Salwati dan Lapangan Bambu Besar, serta Lapangan Simenggaris.

"Dengan terbentuknya Holding BUMN Migas, pendapatan dari penjualan gas lapangan-lapangan tersebut akan terkonsolidasi ke Pertamina sehingga nilai ekonomis dari sektor gas hulu ke hilir bisa masuk ke Pertamina," kata Danny, di sela acara Gas Indonesia Summit and Exhibition 2018 di Jakarta, Kamis (3/8).      

Faktor kedua, jumlah infrastruktur gas yang dikelola PGN menjadi bertambah karena adanya tambahan pipa Pertagas yang kini menjadi bagian dari jaringan PGN.

Ketiga, dengan ditetapkan pemerintah kepada PGN sebagai sub-holding bisnis gas bumi, kapasitas investasi PGN akan meningkat akibat tidak ada lagi duplikasi pembangunan jaringan infrastruktur pipa gas dengan Pertagas seperti yang selama ini terjadi.

Danny menyebut, pembentukan Holding BUMN Migas akan meningkatkan kapasitas investasi pengembangan sektor gas US$9,5 miliar pada periode 2017 sampai 2030

Sebelumnya, Direktur Utama PGN, Jobi Triananda Hasjim, saat membuka Gas Indonesia Summit and Exhibition 2018, mengatakan sinergi kedua perusahaan menjadikan jaringan pipa gas yang dikelola PGN sepanjang 9.600 kilometer.

Ia memperkirakan pertumbuhan volume distribusi gas bumi pascaintegrasi mencapai 7% per tahun. Adapun volume transportasi gas bumi meninngkat 5% per tahun.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya