Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menyiapkan berbagai langkah guna mendongkrak perekonomian. Selain menggenjot ekspor, devisa hasil ekspor (DHE) yang selama ini banyak parkir di luar negeri juga diupayakan dibawa pulang.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, percuma menggenjot kinerja ekspor jika devisa hasil ekspornya tidak masuk ke Tanah Air.
"Ekspor itu tambahan tenaga untuk pertumbuhan ekonomi. Mengimpor itu mengurangi. Jadi, semacam ada yang bocor. Begitu juga kalau devisanya tidak masuk. Jadi, bukan bocor dalam pengertian seperti dikorupsi, enggak," ujar Darmin di kantornya, kemarin.
Kebocoran yang dimaksud Darmin ialah DHE yang tidak sepenuhnya kembali ke Indonesia. Menurut dia, sekitar 80% DHE yang masuk, sedangkan sisanya ditahan eksportir kembali ke Tanah Air. Bahkan, hanya 15% di antaranya yang ditukarkan ke rupiah, sedangkan sisanya masih berdenominasi valas atau umumnya dolar AS dalam bentuk deposito atau giro.
Penegasan itu dia sampaikan karena banyak yang menafsirkan salah atau keliru dan mengaitkannya ke ranah politik. Menurut Darmin, secara umum pertumbuhan ekonomi suatu negara didorong sejumlah indikator, di antaranya konsumsi, investasi, serta ekspor. Semua itu merupakan suntikan untuk melahirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, tapi dengan catatan bahwa devisa yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan itu benar-benar masuk.
Menurut Darmin, jika DHE yang masuk langsung ditukarkan ke dalam rupiah, akan berdampak langsung ke ekonomi Indonesia.
Kalangan pengusaha intinya menyambut baik rencana itu. Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani, pengusaha siap mendukung keinginan pemerintah untuk membawa pulang devisa hasil ekspor ke dalam negeri.
Namun, diakuinya, terdapat sejumlah kendala seperti pinjaman untuk usaha berasal dari luar negeri sehingga ketika pengusaha menerima pendapatan dari ekspor, perlu masuk ke bank tersebut untuk dipotong pembayaran pokok utang dan bunga.
"Yang paling penting keter-sediaan kembali dolar dengan exchange rate (nilai tukar) yang tidak jauh berbeda. Intinya kami tahu kalau mata uangnya terjaga dan fluktuasinya baik, yang diuntungkan juga kita para pengusaha," kata Rosan.
Penggunaan biodiesel
Masih berkaitan dengan upaya mendongkrak devisa, pemerintah kini juga meng-upayakan untuk memperluas penggunaan 20% bahan bakar nabati (biodiesel) atau lazim disebut B20 secara penuh tahun ini. Artinya tidak cuma kalangan usaha mikro, perikanan, pertanian, dan transportasi non-public service obligation (PSO), tapi juga berlaku di sektor non-PSO. Artinya sektor transportasi, perkeretaapian, hingga pertambangan sudah wajib memakai biodiesel.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penggunaan biodiesel akan mengurangi volume impor minyak secara cepat. Dengan begitu, kebijakan itu dapat menghemat devisa yang dikeluarkan untuk impor migas.
Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, dengan menerapkan B20, negara bisa menghemat uang hingga US$5,65 miliar atau setara sekitar US$21 juta per hari.
(E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved