Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI musim kemarau panjang, Presiden Joko Widodo mengecek pasokan beras dengan memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Direktur Utama Bulog Budi Waseso.
Pertemuan digelar tertutup berlangsung sekitar satu jam di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/8).
"Presiden perlu mengecek kesiapan kita terutama pangan. Kami jelaskan bahwa stok pengadaan dalam negeri cukup. Memang harga agak sedikit naik tiga hari ini," ujarnya seusai pertemuan.
Darmin mengatakan, pemerintah belum mengetahui faktor penyebab peningkatan harga beras yang masih relatif kecil tersebut. Ia menduga peningkatan harga beras disebabkan situasi kekeringan di sejumlah tempat.
Situasi itu, sambungnya, membuat pedagang mencoba untuk menaikkan harga beras.
"Tapi masih kecil kenaikannya. Mumpung masih kecil ya kita dipanggil Presiden," tandasnya.
Terkait itu, Budi Waseso mengatakan siap melakikam intervensi pasar guna menurunkan harga beras di pasaran.
Selain itu, Bulog sudah melakukan penyerapan beras cukup intensif yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Ia memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras pada tahun ini.
Bahkan ia mengklaim, gudang Bulog khususnya di Jawa sudah tidak cukup untuk menampung.
"Di daerah kan penyerapan juga tinggi, termasuk gudang-gudang di wilayah mulai penuh. Nah ini artinya, kita siap menghadapi kekeringan itu. Cadangan sekitar 2,2 juta ton. September panen ada sekitar 1 juta ton. Berarti sudah 3 ton," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Amran mengatakan harga telur di pasaran sudah turun dalam beberapa hari terakhir. Demikian pula dengan stok telur relatif aman.
Kendati demikian, ia mengakui harganya belum normal seperti sedia kala.
"Kita melepas stok yang ada, karena produksi kita lebih dari cukup. Target tahun ini 3,5 juta ton, kebutuhan 3 juta ton," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved