MENTERI Perhubungan Ignatius Jonan mengatakan telah mempelajari laporan keuangan perusahaan penerbangan. Jonan menemukan maskapai yang memiliki keuangan bermasalah.
“Saya sudah baca (laporan keuangan sebagian maskapai) sebagian ada yang ekuitasinya itu negatif. Ini termasuk yang saya ingat itu Citilink,†kata Jonan dalam diskusi Indonesia Transportation Forum di Jakarta, Jumat (8/5).
Jonan mengatakan dirinya langsung menghubungi pimpinan Citilink setelah membaca laporan keuangan tersebut. Dia mempertanyakan apakah perusahaan plat merah tersebut sudah meminta penambahan modal. “Kemudian saya telepon bu Rini (Menteri BUMN), saya bilang karena ini bisa saya bekukan,†kata dia.
Menurut dia, secara hukum, perusahaan yang ekuitasinya minus bisa dikatakan sudah berada di ambang kebangkrutan. “Ekuitasinya itu minus 75 persen, kalau berdasar Undang Undang PT itu sudah selesai,†kata dia.
Jonan tak menyebutkan maskapai lain yang memiliki masalah keuangan.
Kementerian Perhubungan mewajibkan seluruh maskapai penerbangan menyerahkan laporkan keuangannya beberapa hari lalu. Hingga kini belum seluruh maskapai menyerahkan laporan keuangan kepada Kementerian Perhubungan.
Baru delapan maskapai angkutan berjadwal yang telah melapor. Sebelas maskapai berjadwal lainnya belum melaporkan laporan keuangannya. Sedangkan untuk maskapai tak berjadwal, baru terdapat 29 dari 50 maskapai yang telah menyerahkan laporan keuangannya.
Pemerintah memiliki tiga opsi untuk maskapai yang neraca keuangannya bermasalah. Pemerintah bisa membekukan sementara, memerintahkkan mencari suntikan dana dari pihak ketiga, atau mengurangi jumlah rute penerbangan maskapai tersebut. (Q-1)