Produksi Kedelai Nasional Hanya Mampu Penuhi 70 Persen Kebutuhan
Agus Utantoro
08/5/2015 00:00
(--(ANTARA/Adeng Bustomi))
KEBUTUHAN kedelai nasional dari tahuin ke tahun terus meningkat. Namun, sampai saat ini produksi kedelai nasional hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional, atau dengan kata lain paling tidak 70 persen kebutuhan kedelai dipenuhi melalui impor.
“Kebutuhan terhadap komoditas kedelai ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena mempunyai banyak fungsi, baik sebagai bahan pangan utama, pakan ternak, maupun sebagai bahan baku industri skala besar hingga kecil atau rumah tangga,†kata Dr Dudik Harnowo dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian.
Ia mengemukakan, rata-rata kebutuhan kedelai setiap tahun mencapai 2,2 juta namun hingga saat ini produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan secara baik.
Dudik mencontohkan tahun 2013 produksi kedelai dalam negeri hanya mencapai 779.992 ton atau 33,9% dari total kebutuhan yang mencapai 2,2 juta ton sehingga kekurangannya sekitar 1,4 juta ton. Sementara tahun 2014 produksi kedelai mengalami kenaikan hingga mencapai 921.336 ton. Di sisi lain, peluang peningkatan produksi kedelai di dalam negeri masih terbuka lebar, baik melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam.
“Produksi kedelai di tingkat petani sebenarnya masih bisa ditingkatkan melalui inovasi teknologi, strategi peningkatan produktivitas dan areal tanam,†imbuhnya.
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Prof Dr Ir Masyhuri melihat selain terbatasnya lahan, teknologi bercocok tanam petani juga kurang baik. Kurang lebih 20 persen petani tidak menggunakan pupuk dan 31 persen yang menggunakan pupuk organik dan anorganik.
“Belum jika kita bicara tentang modal minim untuk produksi hingga pemasaran hasil,†kata Masyhuri.
Melihat kondisi tersebut Masyhuri menilai perlu peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani maupun peningkatan produksi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu perluasan lahan, teknologi budidaya dan akses penjaminan usaha. (Q-1)