MENTERI Perhubungan Ignatius Jonan memaparkan rencana pemerintah dalam membenahi sektor transportasi selama lima tahun ke depan. Menurut dia, rencana tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
“Kita akan melakukan pembangunan di daerah terpinggir, terluar, terdalam, dan rawan bencana. Jadi nanti ke depan, sampai akhir tahun ini akan ada banyak peresmian dan grooundbreaking ,†kata dia dalam diskusi Indonesia Transportation Forum di Jakarta, Jumat (8/5).
Untuk transportasi udara, Jonan mengatakan pemerintah tengah menggodok proyek perpanjangan landasan penerbangan (runway) di setiap provinsi. Proyek pemanjangan runway ini ditargetkan akan rampung dalam lima tahun ke depan. “Karena memang sekarang banyak runway yang pendek,†kata dia.
Jonan menjelaskan, pendeknya landasan di bandar udara mengakibatkan mahalnya harga ongkos penerbangan domestik di Indonesia. Sebab, pesawat dengan kapasitas besar hanya bisa mendarat di bandara dengan runway panjang. “Kalau runway pendek, pesawat yang bisa mendarat hanya pesawat kecil, jadinya lebih mahal,†kata dia.
Seluruh bandara di ibukota provinsi dan beberapa bandara yang dianggap bisa menjadi sentra pergerakan ekonomi masyarakat ditargetkan bisa mampu dilandasi oleh pesawat kategori Boeing 737-900 atau Airbus 320 dalam lima tahun ke depan. “Itu harus jalan, ditambah lagi kira-kira ada 50 bandara yang minimal harus bisa didarati ATR-172 atau hercules C130,†kata dia.
Saat ini Indonesia memiliki 237 bandara yang beroperasi. Sebanyak 13 di antaranya dikelola Angkasa Pura I, 13 bandara dikelola Angkasa Pura II. Sisanya, sebanyak 211 bandara dikelola pemerintah.
Untuk transportasi laut, Jonan menargetkan peningkatan kapasitas pelabuhan milik pemerintah. “Kita akan improve kapasitas pelabuhan menjadi dua kali lipat dalam lima tahun ke depan,†kata dia.
Selain itu, pemerintah juga akan menekan biaya logistik dari laut dengan pengadaan kapal perintis di wilayah timur Indonesia. “Harus ada angkutan kapal yg terjadwal. Itu yang akan kita usahakan, dengan subsidi kapal perintis ke Pelni. Kita akan perbanyak perintis angkutan penumpang di wilayah laut dalam mungkin kapsitas 2200 GT (gross ton).â€
Pada transportasi darat, Jonan mengaku tak banyak mencanangkan proyek pembangunan. Kementerian Perhubungan, menurutnya, saat ini berfokus pada proyek pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera. (Q-1)