PT Pertamina (persero) menyatakan tidak akan meluncurkan produk barunya, yakni bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertalite pada bulan ini. Pasalnya, proses pengkajiannya ternyata masih panjang. Hal itu diutarakan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Ia mengatakan proses persiapan pertalite harus benar-benar clear baru akan diluncurkan.
"Karena kita kan masih harus menyiapkan uji-uji semua, lalu nanti toh kalau pengujian sudah sukses, tentu saja diskusi dengan stakeholder yang lain," ujar Dwi saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (7/5). Setelah itu, kata Dwi, prosesnya masih akan melalui sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Sayangnya, ia tidak mengatakan perkiraan waktu produk berkadar oktan RON 90 itu akan diluncurkan.
"Belum akan waktu dekat ini lah. Pokoknya seluruhnya harus clear terlebih dulu sebelum ini betul-betul dimulai supaya tidak ada hal-hal negatif yang terjadi ketika ini dilaunching," pungkasnya. Sebelumnya, Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan pertalite akan memangkas volume pertamax, bukan premium. Alasannya, BUMN energi itu tidak ingin mengurangi volume premium yang masih menjadi bahan bakar yang paling diminati masyarakat. Hardadi menuturkan inventory pertamax akan digunakan secara bergantian dengan pertalite. Sementara jumlah inventory premium akan tetap. (Q-1)