Pengemudi Ekspeditur Berprestasi Dapat Rezeki Umrah dari Semen Indonesia

MICOM
02/8/2018 18:13
Pengemudi Ekspeditur Berprestasi Dapat Rezeki Umrah dari Semen Indonesia
Kepala Departemen Distribusi dan Transportasi Semen Indonesia, Wahyu Purnomo (tiga dari kiri) secara simbolis menyerahkan hadiah ibadah umrah kepada Suharno dalam acara pengundian program “SOPIR HEBAT” di Auditorium kantor Pabrik Tuban, Kamis (2/8).(Semen Indonesia)

SEBAGAI wujud apresiasi atas kinerja sopir ekspeditur yang selama ini mendukung kelancaran distribusi semen dari Pabrik Tuban dan Rembang ke konsumen, PT Semen Indonesia memberikan penghargaan kepada para pengemudi melalui program 'Sopir Hebat'.

Program 'Sopir Hebat' adalah program pemberian poin kepada pengemudi ekspeditur yang melakukan pengiriman semen sesuai waktu yang ditentukan oleh Perusahaan. Program ini dimulai pada Desember 2017 hingga Juni 2018.

Hari ini, perusahaan menyerahkan penghargaan kepada pengemudi dengan poin tertinggi berupa umrah, sepeda motor serta alat-alat elektronik. Penyerahan penghargaan tersebut diberikan secara simbolik oleh Kepala Departemen Distribusi dan Transportasi Semen Indonesia, Wahyu Purnomo kepada Suharno, pemenang ibadah umrah.

"Mereka sebagai ujung tombak distribusi semen. Ketepatan waktu pengiriman semen inilah yang ikut mendukung kinerja penjualan produk Semen Indonesia selama ini," ujar Wahyu di Auditorium kantor Pabrik Tuban, Kamis (2/8).

Ia berharap pengemudi ekspeditur dapat terpacu untuk bekerja optimal memenuhi target waktu pengiriman sesuai yang sudah ditentukan. Melalui program ini pula, kata Wahyu, diharapkan dapat mempermudah pengecekan keberadaan posisi pengemudi. Saat ini, berdasarkan database PT Semen Indonesia ada 6.000 pengemudi.

Selain pemberian penghargaan, perusahaan juga peduli terhadap kesehatan para pengemudi. Melalui program 'Sopir Sehat' yang dijadwalkan 1 bulan sekali, para pengemudi diberikan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Kesehatan para pengemudi juga tak kalah pentingnya menjadi perhatian perusahaan karena mempengaruhi kinerja mereka. Dengan trayek yang jauh, perjalanan yang panjang, terlebih malam hari, kondisi jalanan yang macet pastinya akan menguras energi dan tenaga yang berdampak pada kesehatan. Sehingga, sangat perlu kita lakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Tak hanya layanan kesehatan, para pengemudi juga mendapat edukasi berupa safety riding ketika berkendara,” tutupnya. (RO/OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya