WAKIL Presiden Jusuf Kalla menilai suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih bisa diturunkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sebenarnya sekarang sudah agak longgar dari tahun lalu. Ya nanti pelan-pelan turun," ujar JK seusai acara ASEAN Summit di Jakarta, Kamis (7/5).
Meski begitu, JK mengingatkan, suku bunga acuan mesti dijaga pada level tertentu yang tidak terlalu rendah. Namun, ia tidak menyebut berapa besaran penurunan dari BI rate yang saat ini dipatok 7,5% . Hal tersebut untuk menghindari minim aliran dana pihak ketiga (DPK). Dengan begitu likuditas bisa tetap terjaga.
"Distabilkan, turun-turun sediki karena nanti kalau diturunkan lagi enggak mau nabung," ucapnya.
Langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, belanja pemerintah juga akan menggerakkan perekonomi meskipun pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7%. JK menklaim, pada Mei proyek-proyek pemerintah mulai berjalan efektif.
"Ya kita goverment spending dan public spending, investasi dan konsumen. Otomatis konsumsi di masyarakt akan stabil," ucap JK
JK berkeyakinan, pada kuartal II pertumbuhan ekonomi akan mulai membaik. Menurutnya, bisa di atas 5% dengan dukungan industri, proyek-proyek infrastruktur, dan naiknya konsumsi.
"Mencapai 5,7% tentu makan tempo, sekarang di atas 5 target di kuartal II," katanya. (Q-1)