PENGAMAT ekonomi dan politik Yanuar Rizki mengungkapkan ada dua kendala yang membuat kinerja bank kuartal I melambat. "Bank itu sekarang punya dua kendala, mengelola likuiditas dan mengelola profit," ujarnya usai diskusi Responsi Bank di Jakarta, Kamis (6/5).
Kesulitan pengelolaan dua hal itu lebih karena pelambatan ekonomi yang mendorong penurunan semua sektor. Penopang pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi pun mengalami penurunan karena harga naik menyesuaikan inflasi.
Sementara itu suku bunga acuan tidak meningkat sehingga bunga bank menjadi tidak menarik. Banyak pihak lebih memilih berinvestasi di saham.
Akan tetapi Yanuar optimis perbankan masih memiliki ruang yang banyak untuk mengalokasikan di surat berharga. "Dia ikuti ritme gamenya, cuma mesti punya modal kuat," lanjutnya.
Penyaluran kredit yang banyak ke sektor konsumsi dipandang Yanuar masih akan ditahan sesuai kondisi ekonomi global yang juga serupa. Pemerintah disarankan perlu melakukan mitigasi jangka pendek sebagai terobosan fiskal dan moneter untuk menjaga daya beli masyarakat.
Yanuar pun memprediksi Non Performing Loan pasti akan meningkat. "Masih naik, kalau sekarang kan masih tertahan karena pedagang mau jual dengan profit margin kecil, kalau misal mereka benar-benar give up, berhenti, baru NPL turun," pungkasnya. (Q-1)