Keuntungan Siam Cement Melonjak

Dero Iqbal Mahendra
06/5/2015 00:00
Keuntungan Siam Cement Melonjak
(WIKIPEDIA)
KEUNTUNGAN Siam Cement Group (SCG) selama kuartal I 2015  menunjukkan pertumbuhan positif berkat kinerja bisnis petrokimia.  Dalam laporan keuangan yang belum diaudit, laba SCG tercatat US$339 juta atau sekitar Rp4,3 triliun.

Grup terus memperkuat posisisebagai kelompok udaha inovatif terkemuka dengan melakukan kemitraan dengan institut riset terkemuka untuk mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan. SCG berencana  memperluas investasinya di ASEAN dengan  melihat pertumbuhan kawasan yang terus berkembang.

Presiden dan CEO SCG  Kan Trakulhoon dalam keterangan persnya, di Bangkok, Rabu (29/4) mengatakan pendapatan penjualan yang diraup SCG mencapai Rp42,568 triliun, sedikit menurun akibat melemahnya harga kimia yang dipengaruhi oleh turunnya harga nafta dan minyak. Namun, keuntungan SCG tetap mampu tumbuh positif secara signifikan. Keuntungan kuartal I 2015 disokong oleh pendapatan divestasi sebesar Rp578 miliar (US$45 juta) dari 10% saham perusahaan di Michelin (Thailand).

Untuk kinerja SCG di wilayah ASEAN kecuali Thailand, pendapatan dari penjualan selama kuartal I 2015  cenderung stagnan yaitu sebesar Rp4,045 miliar (US$ 318 juta), yang merupakan 10% dari total pendapatan dari penjualan keseluruhan SCG. Per 31 Maret 2015, total aset SCG mencapai Rp188,815 miliar (US$14,595 juta), dengan nilai total aset SCG di ASEAN (kecuali Thailand) senilai Rp35,359 miliar (US$ 2,733 juta), yang merupakan 19% dari total aset terkonsolidasi SCG.

Berdasarkan laporan Q1/2015, SCG di Indonesia memiliki total aset senilai Rp15,842 miliar (US$1,225 juta), tumbuh sebesar 18% y-o-y. SCG mencatatkan pendapatan dari penjualan mencapai Rp1,189 miliar (US$94 juta) pada kuartal I, menunjukkan pertumbuhan yang stagnan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di Indonesia, SCG baru saja mengadakan kegiatan pemasaran untuk mendorong pasar keramik termasuk pameran Mega Build & Keramika Fair 2015 untuk mengenalkan produk keramik KIA dan COTTO serta pembukaan outlet COTTO Corner di Bali. Selain itu, Jayamix by SCG baru saja meluncurkan inovasi layanan terbaru ‘Jayamixni’, sebuah truk pencampur beton siap pakai yang dapat melewati daerah dengan jalan sempit. Tentunya inovasi ini akan mendorong efisiensi dalam jasa pengantaran.

Sebagai tambahan, Semen Jawa, pabrik semen pertama SCG di Indonesia, masih dalam proses konstruksi untuk mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2015. Saat ini, pabrik telah menyelesaikan sekitar 60% proses konstruksi secara keseluruhan. Proses instalasi listrik telah mencapai 70% dan listrik akan terhubung dalam kuartal kedua tahun ini. Limestone crushing dan long belt conveyor dari tambang sedang dalam proses instalasi.

“SCG di Indonesia kini sedang berfokus dalam penetrasi pasar sekaligus membangun merek SCG guna memperkuat dan mempertahankan posisi merek diantara pelanggan Indonesia. SCG terus beroperasi untuk menjadi pemimpin yang berkelanjutan di kawasan ASEAN," ujar Kan.

Menurut dia, rencana ekspansi investasi masih sesuai rencana dan SCG terus mengekspor produk ke pasar regional. Kan yakin bahwa ekonomi secara keseluruhan di ASEAN akan terus meningkat dan sangat menguntungkan.

SCG terus berfokus dalam mendorong pengembangan produk dan layanan bernilai tambah tinggi (High Value Added / HVA) untuk menjawab berbagai kebutuhan konsumen dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Di2015, SCG telah menyiapkan investasi senilai total Rp1.870 triliun (US$147 juta) pada R&D untuk mendorong terciptanya berbagai inovasi guna meningkatkan kualitas hidup konsumen di ASEAN.

SCG bermitra dengan University of Oxford, Inggris, untuk membangun Center of Excellence guna mendorong manajemen R&D yang berkelanjutan serta memperkuat personalia dan peralatan riset. Lebih lanjut, SCG juga bermitra dengan University of California, Berkeley, Amerika Serikat, untuk mengembangkan inovasi semen terbesar di dunia dengan menggunakan teknologi percetakan 3D. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya