PT Timah Pakai Teknologi Naikkan Cadangan Timah

Raja Suhud
01/8/2018 06:40
PT Timah Pakai Teknologi Naikkan Cadangan Timah
(MI/Raja Suhud)

PT Timah Tbk optimistis dapat meningkatkan jumlah cadangan timah yang nantinya dapat ditambang hingga 200 ribu ton selama lima tahun ke depan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan.

Hal tersebut terjadi lantaran PT Timah menerapkan teknologi yang menggunakan sistem penambangan semprot di bawah tanah (sub-surface hydrolic mining) sehingga bisa membuat timah aluvial yang banyak tersebar di titik-titik eks tambang ilegal milik masyarakat dapat ditambang.

Selain itu, penerapan teknologi bernama Tambang Kecil Terintegrasi (TKT) itu membuat PT Timah dapat mengakses wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak dapat dimasuki karena terkendala kebutuhan lahan yang luas.

"Kita menghitung cadangan itu dengan memastikan bahwa cadangan tersebut dapat ditam-bang dengan alat yang ada. Dengan teknologi ini, potensi yang ada dapat dihitung menjadi cadangan. Tahun lalu kami hitung bisa menambah cadangan timah sebanyak 40 ribu ton, dan akan terus bertambah seiring dengan penggunaan alat yang ramah lingkungan ini," ungkap Direktur Operasional PT Timah Alwin Albar kepada Media Indonesia di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, kemarin.

Cadangan timah yang dimiliki PT Timah tahun lalu tercatat 380 ribu ton.

Dengan teknologi TKT yang menggunakan alat borehole mining (BHM), jumlah cadangan timah diperkirakan dapat meningkat menjadi di atas 500 ribu ton.

Untuk tahun ini, alat TKT ditargetkan dapat dioperasikan sebanyak 160 unit. Dalam lima tahun ke depan diharapkan dapat dikelolakan masyarakat sebanyak 1.000-an unit.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Amin Hari Sugiarto menambahkan TKT itu diuji coba sejak 2012, tetapi baru mulai dioperasikan pada Februari 2018.

"Sekarang yang available (tersedia) ada 100 unit. Kami baru mendistribusikan sebanyak 30 unit di Bangka dan 10 unit di Belitung. Masih belum banyak didistribusikan karena pendistribusian baru dibuka pada Mei kemarin," jelas Amin.

 

Sudah keharusan

Direktur Utama PT Timah Riza Pahlevi Tabrani mengatakan penggunaan teknologi pertambangan yang ramah lingkungan sudah menjadi keharusan. Apalagi Indonesia merupakan negara yang komit dengan penerapan cara-cara penambang-an ramah lingkungan.

"PT Timah sudah berkomitmen menerapkan good mining practices dalam kegiatan pertambangannya. Apalagi PT Timah merupakan salah satu produsen timah terbesar di dunia," kata Riza.

Alwin menambahkan kehadiran teknologi ramah lingkungan ini juga menjadi jawaban atas permintaan Presiden Joko Widodo untuk membuat masyarakat tidak terpinggirkan dalam pengelolaan tambang.

"Masyarakat itu butuh pendapatan, bukan barang tambangnya. Jadi, dengan teknologi ini masyarakat yang sebelumnya menambang secara ilegal dapat dirangkul sehingga lingkungan menjadi lebih terjaga," jelas Alwin.  (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya