Pertalite akan Kurangi Volume Pertamax

Jessica Sihite
06/5/2015 00:00
Pertalite akan Kurangi Volume Pertamax
(MI/ARYA MANGGALA)
PRODUK baru PT Pertamina (persero), yakni Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite diwacanakan akan mengurangi volume pertamax. Alasannya, BUMN energi itu tidak ingin mengurangi volume premium yang menjadi bahan bakar yang paling diminati masyarakat.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan perseroan masih mempertimbangkan minat dan daya beli masyrakat yang masih menjadikan premium sebagai BBM yang diidolakan.

"Tidak ada keinginan mengurangi premium karena masih jadi idola masyarakat banyak. Pemerintah pun belum ada kebijakan menghapuskan premium," ujar Hardadi saat berbincang dengan media di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menuturkan inventory pertamax yang akan dikorbankan. Depo untuk penyimpanan pertamax akan digunakan secara bergantian dengan bahan bakar berkadar oktan RON 90 itu.

Selama pemerintah belum membuat kebijakan penghapusan premium, Pertamina tidak akan menghilangkan bahan bakar itu. Namun, Hardadi melanjutkan pihaknya baru akan menghilangkan premium dari peredaran jika kilang-kilang Refining Development Masterplan Program (RDMP) Pertamina selesai dibangun.

"Kalau seluruh kilang RDMP selesai, premium sebenarnya bisa dihilangkan," cetusnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan seluruh refinery unit bisa memproduksi pertalite.

Saat ini, pertalite masih dalam tahap persiapan. Setelah itu, masih akan ada tahap uji laboratorium, uji pemakaian mesin, dan sosialisasi konsumen.

"Lalu diajukan ke Dirjen Migas, nanti pemerintah menerbitkan spesifikasi, lalu dipasarkan secara bertahap. Kami sedang meminta izin ke pemerintah. Kami ga kejar tenggat harus Mei, yang penting persiapannya matang," kata Hardadi.

Hardadi tidak menampik dengan adanya produk baru itu, impor High Octane Mogas Component (HOMC) akan meningkat. Namun, pihaknya belum bisa memperkirakan besaran kenaikan impir HOMC itu. Pertamina harus melihat respon pasar selama empat bulan pertama peluncuran terlebih dahulu. (Jes/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya