Pemerintah Alirkan Air ke Sawah Terancam Puso

Andhika prasetyo
31/7/2018 20:06
Pemerintah Alirkan Air ke Sawah Terancam Puso
(ANTARA)

KETUA penanggung jawab upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale) Jawa Barat Banun Harpini meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung untuk mengalirkan air ke sawah di berbagai wilayah di Indramayu yang terdampak kekeringan dan terancam gagal panen.

Dari kunjungan yang dilakukan, Kementerian Pertanian menemukan  258 haktare (ha) tanaman padi umur 50-60 hari yang puso dan sekitar 6.350 ha yang berpotensi gagal panen jika dalam waktu tujuh hari kedepan tidak terairi.

“Maka itu kami minta BBWS Cimanuk Cisanggarung mengaliri air selama tujuh hari. Kami juga menugaskan pemerintah daerah setempat untuk mengawal gelontoran air tersebut,” ujar Banun, Selasa (31/7).

Jika ribuan ha lahan yang terancam puso itu dapat diselamatkan, pasokan beras untuk beberapa waktu ke depan, terutama untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat, diyakini akan tetap aman.

Banun mengatakan pihaknya akan terus memonitor setiap perkembangan yang terjadi di wilayah Jawa Barat termasuk berbagai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika.

“Menurut data BMKG, ada empat desa di Majalengka yang akan mengalami masa tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari. Hal-hal ini harus diantisipasi guna meminimlaisir kerugian petani,” tuturnya.

Dari pantauan yang dilakukan langsung, Banun juga menemukan sebagian besar sawah yang mengalami gagal panen ialah yang penanaman padinya tidak disiplin.tanaman yang puso, lanjutnya, rata-rata ditanam terlambat atau tidak sesuai waktu tanam yang tepat.

“Maka dari itu kami imbau kepada para petani untuk dapat melaksanakan tanam serentak dengan demikian hal-hal seperti ini bisa dihindari,” ucapnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkecil dampak cuaca ekstrim dan menjamin petani dapat tetap tanam dan panen sehingga pasokan beras dari wilayah Jawa Barat yang merupakan sentra utama dapat terus diandalkan. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya