16 Lembaga Keuangan Danai Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated

Cahya Mulyana
31/7/2018 19:42
16 Lembaga Keuangan Danai Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC), anak usaha PT Jasa Marga (persero) Tbk menerima pinjaman sindikasi sejumlah Rp11.363.386.000.000. Pinjaman sindikasi berasal dari 16 bank dan lembaga keuangan konvensional serta syariah ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II elevated.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna menyatakan bahwa pembiayaan sindikasi untuk proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek II elevated merupakan pembiayaan terbesar untuk kategori jalan tol. Pembiayaan yang memadukan antara lembaga keuangan dan perbankan baik konvensional dan syariah terlaksana pertama di proyek tol.

"Banyak sekali terobosan dan inovasi yang dilakukan di proyek jalan tol ini. Baik dari sisi konstruksi dengan teknologi Sosrobahu, dari sisi pembiayaan memiliki nilai terbesar untuk proyek jalan tol. Ini menjadi contoh yang baik untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujarnya saat menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitas kredit sindikasi berjangka waktu 15 tahun dari 16 bank serta lembaga keuangan konvensional dan syariah untuk proyek Jakarta-Cikampek II elevated di Jakarta, Selasa (31/7).

Menurut dia, kolaborasi bank dan lembaga keuangan konvensional serta syariah yang mendanai proyek ini merupakan wujud kepercayaan terhadap pembangunan infrastruktur. Padahal sebelumnya masalah pendanaan menjadi masalah lawas yang kerap menghantui proyek infrastruktur selain pembebasan lahan dan pengerjaan kontruksi.

"Melihat kondisi ini pembiayaan tidak lagi menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur. Kemudian kolaborasi pendanaan konvensional dan syariah pada proyek ini menjadi titik awal yang baik untuk ke depannya," terangnya.

Ia berharap rampungnya pendanaan untuk proyek ini dapat memacu pengerjaan kontruksi yang ditargetkan rampung Maret 2019. "Dirut Jasamarja Jalanlayang Cikampek bisa segera membelanjakan pinjaman ini dan nantinya pada lebaran 2019 jalan tol ini sudah bisa digunakan," katanya.

Bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB) adalah PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Kredit sindikasi tersebut terdiri atas pembiayaan konvensional dan pembiayaan syariah. Fasilitas pembiayaan konvensional diberikan oleh PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, PT Bank DKI, dan PT Indonesia Infrastructure Finance, sedangkan fasilitas pembiayaan syariah diberikan oleh PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, PT Bank BRISyariah, Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bank CIMB Niaga, Tbk – Unit Usaha Syariah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) – Unit Usaha Syariah, dan PT Bank Maybank Indonesia, Tbk – Unit Usaha Syariah.

Pada kesempatan sama Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono memberikan apresiasi atas dukungan perbankan dan lembaga keuangan konvensional dan syariah atas pembiayaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II elevated. Jalan sepanjang 36.40km ini dengan pembiayaan yang sudah rampung dapat segera tuntas sesuai target, Maret 2019.

Ia mengatakan pinjaman tersebut menggunakan prinsip konvensional dan syariah. Prinsip konvensional sebesar Rp8,9 triliun kemudian pinjaman syariah Rp2,4 triliun.

"Kami berharap bahwa dengan dukungan pembiayaan ini, proyek jalan tol sepanjang 36,40 Km bisa selesai awal tahun depan," ujar Djoko

Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki panjang 36,40 Km, membentang dari Ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 s.d. Sta 47+500). Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek diproyesikan untuk beroperasi penuh pada Maret tahun 2019. Memasuki akhir Juli 2018, progres konstruksi jalan tol ini telah mencapai 40,22%. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya