Kredit Tumbuh 15,5%, BRI Targetkan 80% Porsi Kredit ke UMKM Pada 2022

Fetry Wuryasti
31/7/2018 17:37
Kredit Tumbuh 15,5%, BRI Targetkan 80% Porsi Kredit ke UMKM Pada 2022
(Dok. Sulthoni )

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk beserta entitas perusahaan anak kembali mampu mencatatkan kinerja positif di atas rata rata perbankan nasional hingga akhir periode Triwulan II Tahun 2018. Pencapaian ini diraih perseroan di tengah kondisi perekonomian dunia yang menantang.

Dalam pemaparan press conference laporan keuangan Triwulan II 2018 Bank BRI yang diselenggarakan di Jakarta (31/07), Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menyampaikan Bank BRI mampu meraup laba bersih sebesar Rp 14,9 Triliun, tumbuh 11 % (yoy) dan aset mencapai Rp 1.153,2 Triliun.

Faktor utama penopang laba BRI tersebut yakni penyaluran kredit yang tumbuh double digit dan diatas rata rata industri perbankan Indonesia.

“Hingga akhir Triwulan II 2018, Bank BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 794,3 Triliun atau naik sebesar 15,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 687,9 Triliun.Melansir data yang dipublikasikan oleh OJK, pencapaian tersebut diatas tingkat pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Juni 2018 yang tercatat 10,7%,” urai Suprajarto,saat paparan kinerja di Jakarta, Selasa (31/7).

Maka mereka pun juga melakukan penyesuaian target kredit yang sebelumnya 11-12% , kemudian direvisi menjadi 14%.

“Yang terjadi malah lebih. Ini sesuai dengan yang kami cermati di segmen mikro dan umkm tumbuh berkembang. Kejutan buat kami, bahwa ekonomi bawah bertumbuh,”

Namun pertumbuhan kredit, memang tidak serta merta akan signifikan pengaruhnya ke pertumbuhan laba. Sebab dari variabel lain, suku bunga simpanan telah mereka naikkan pada Juli 25bps dan Agustus akan 25 bps lagi. Sedsngkan suku bungs kredit mereka nyatakan belum ada rencana dinaikkan.

“Dengan kenaikan suku bunga simpanan, kami mempertimbangkan mesti kenaikan subung kredit. Tapi sampai sekarang belum. Untuk nasabah atau kredit yang kecil mungkin tidak akan kami naikkan. Besarnya masih sama seperti sekarang,”

Dari sisi komposisi, segmen Mikro, Kecil dan Menengah (MKM) masih mendominasi penyaluran kredit Bank BRI.

Tercatat senilai Rp 602,7 Triliun atau sekitar 75,9% dari total kredit BRI disalurkan ke segmen MKM.

“Bank BRI akan terus berkomitmen memberdayakan MKM di Indonesia, dan target kami di tahun 2022 penyaluran kredit ke segmen MKM mencapai 80% dari total kredit BRI,” imbuhnya.

Sebagai bank terbesar yang mendapatkan alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah, Bank BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 44,4 Triliun kepada lebih dari 2,2 juta debitur hingga akhir Juni 2018.

Pencapaian ini tercatat setara 55,9 % dari target penyaluran KUR BRI di tahun 2018 yakni sebesar Rp 79,7 Triliun.

Salah satu strategi dibalik kencangnya penyaluran KUR BRI yakni dengan digitalisasi proses pengajuan KUR. Melalui digitalisasi tersebut, Bank BRI mampu memangkas service level agreement (SLA) pengajuan KUR serta meningkatkan produktivitas tenaga pemasar atau biasa disebut Mantri BRI.

Kredit yang tumbuh tinggi tersebut nyatanya mampu diimbangi dengan kualitas kredit yang baik. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah, yakni NPL Gross BRI, yang tercatat sebesar 2,41 % . NPL BRI tercatat lebih kecil daripada NPL industri, dimana NPL industri perbankan di Indonesia tercatat 2,67 % pada Juni 2018.

Ke depan Bank BRI akan tetap selektif dan prudent dalam menyalurkan pinjaman sehingga kualitas kredit tetap berada di posisi ideal. BRI juga memilih untuk menjaga rasio pencadangan risiko kredit yang ditunjukkan dengan NPL Coverage Ratio di level yang sama dengan Juni tahun lalu diatas 180%.

Dana Pihak Ketiga BRI berhasil tumbuh sebesar 9,11 % ke posisi Rp 838 Triliun di Triwulan II 2018 dari posisi Rp 768 Triliun di Triwulan II 2017. Tingkat pertumbuhan tersebut jauh diatas tingkat pertumbuhan DPK Nasional pada akhir Juni 2018 yang tercatat sebesar 6,99%, merujuk pada data OJK.

Kinerja bisnis yang positif di atas juga ditunjang oleh peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Rasio BOPO Bank BRI di akhir Juni 2018 tercatat sebesar 72%, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO di posisi akhir Juni 2017 yakni 73,4%.

“Dengan fundamental kinerja yang kuat, Bank BRI optimistis mampu mencapai target di akhir tahun,” pungkas Suprajarto. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya