Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sofyan menganalisis sejumlah komponen yang mengakibatkan pelambatan laju pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pemerintah akan berupaya keras menggenjot pertimbuhan di tiga kuartal berikutnya.
"Komponen apa yang menyebabkan kontraksi, yang pertama tambang itu yg paling besar. Karena jatuhnya harga komoditi. Kedua, ekspor melemah tapi impor juga melemah. Melemahnya ekspor, karena tujuan ekspor Tiongkok, Eropa melambat juga. Tiongkok hanya tumbuh 7%, biasanya double digit. Jadi jatuhnya harga komoditas dan lemahnya negara tradisonal ekspor melemahkan negatif pertumbuhan di ekspor," papar Sofyan.
Terkait investasi pemerintah yang melambat, Sofyan berkilah itu diakibatkan oleh terlambatnya realisasi APBN. Situasi tersebut diperkirakan akan membaik setelah penyerapan APBN digenjot di kuartal kedua.
"Investasi pemerintah yg melambat itu karena terlambat merealisasi APBN. Ini karena pemerintah baru memulai dengan APBNP yang baru selesai Februari. Kemudian ada perubahan nomenklatur, di birokrasi tidak bisa teken kecuali diganti. Di tempat saya ada 5 deputi saya lantik ulang orang yg sama. Tapi pelantikan itu kan harus ada Keppres. Maka akibatnya nomenklatur dan APBNP, investasi pemerintah melambat. Maka investasi pemerintah dianggap perlambatan ekonomi. Ini kita kejar semua," terangnya.
Salah satu komponen pelambatan pertumbuhan ekonomi, yakni turunnya ekspor impor juga tidak luput dari perhatian pemerintah. Menurut BPS, dibanding periode yang sama tahun lalu, ekspor turun sebesar 0,53 persen, sedangkan impor turim 2,20%. "Ekspor kita harus agresif ke negara non tradisional selain Cina dan Eropa," katanya. Kedua, melemahnya permintaan ini sebenarnya secara over all karena penurnnan permintaan karena menurut IMF seluruh negara berkembang melambat. Tapi ada pasar yang market sharenya lebih kecil maka akan kita dorong di kuartal II sampai IV," janji Sofyan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I adalah referensi bagi pemerintah untuk berbenah. "Maka pertumbuhan Q1 4,71% kami sudah rasakan di pemerintah hal yang harus kita perbaiki," ujarnya. (Fat/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved