Pertamina Siap Kelola Blok Rokan

Nur Aivanni
31/7/2018 06:10
Pertamina Siap Kelola Blok Rokan
(Ist)

PELAKSANA tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan pihaknya siap untuk mengelola Blok Rokan di Riau. Saat ini pengelolaan Blok Rokan tengah diperebutkan antara PT Pertamina (Persero) dan PT Chevron Pacific Indonesia.

"Blok Rokan kita siap (untuk kelola)," ungkap Nicke saat ditemui Media Indonesia, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Ia pun mengutarakan hari ini akan diumumkan siapa yang akan mengelola Blok Rokan. Hanya, Nicke enggan mengungkapkan berapa penawaran yang Pertamina sampaikan. "Bidding masa nanya bocoran. No comment. Tunggu besok (hari ini) aja ya," katanya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan pengumum-an pengelola Blok Rokan akan dilaksanakan hari ini. Nantinya satu pemenang akan dipilih apakah pengelola lawas blok tersebut yakni PT Chevron atau PT Pertamina.

"Rencananya demikian (pengumuman Blok Rokan akan diumumkan hari ini)," terang Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

Ia juga enggan membocorkan siapa kandidat pengelola blok tua tersebut yang dipilih pemerintah. Pasalnya, proses penentuan keputusan masih dimatangkan berikut evaluasi proposal pengelolaan yang diajukan kedua kandidat. "Sabar masih dalam proses evaluasi."

Pengelolaan Blok Rokan kini tengah menjadi rebutan antara PT Pertamina dan PT Chevron Pacific Indonesia. Hal itu terjadi seiring dengan berakhirnya kontrak Chevron dalam mengelola Blok Rokan pada 2021 mendatang.

Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 km2 pada 2016 masih mampu menghasilkan minyak hingga 256.000 barel per hari (bph), hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini. Chevron sudah memegang kontrak Blok Rokan sejak 1971.

 

TBBM Maumere

Pada kesempatan terpisah, PT Pertamina (Persero) memperkuat stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Flores dan sekitarnya dengan membangun tangki dan dermaga baru di terminal BBM (TBBM) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya itu diawali dengan kegiatan groundbreaking pembangunan enam tangki baru di Maumere, Flores, NTT, kemarin.

"Dengan penambahan ini, TBBM Maumere yang selama ini berkapasitas 20 ribu kiloliter ditambah 70 ribu kiloliter, menjadi 90 ribu kiloliter. Dengan begitu, stok yang selama ini hanya bertahan 3 hari bisa menjadi 8-10 hari," ungkap Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur PT Pertamina Gandhi Sriwidodo, di sela kegiatan groundbreaking pembangunan enam tangki baru di Maumere, NTT.

Gandhi mengatakan pengembangan TBBM Maumere merupakan salah satu upaya Pertamina dalam memperkuat infrastruktur distribusi BBM dan LPG melalui program multiyears senilai lebih dari Rp36 triliun mulai 2018-2025.

"Dengan pembangunan enam tangki baru ini, tentunya akan memperkuat dan memperlancar distribusi BBM di NTT bagian utara, khususnya di daratan Flores dan sekitarnya," imbuh Gandhi.

Ia menambahkan proyek pengembangan TBBM yang terdiri dari pembangunan tangki dan pelebaran dermaga tersebut akan menghabiskan anggaran sekitar Rp449,5 miliar. "Dikerjakan mulai tahun ini dan diharapkan bakal rampung pada 2020," pungkas Gandhi.  (Cah/Hil/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya