Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food Tbk (AISA) berkomitmen untuk memulihkan kondisi perusahaan yang saat ini terbelit utang.
Pendiri sekaligus Direktur Utama TPS Food Joko Mogoginta bertekad tetap akan perjuangkan hak para pemegang saham, mengembalikan utang obligasi, serta memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
Namun, pihak manajemen mengharapkan adanya dukungan dari para pemegang saham dengan mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi perusahaan.
"Perusahan telah saya bangun selama 26 tahun sehingga akan terus di-perjuangkan. Saya akan memperjuangkan hak-hak para pemegang saham dan mengembalikan utang obli-gasi serta memperbaiki struktur keuangan perusahaan. Hal ini sudah merupakan personal guarantee saya secara pribadi," ujar Joko dalam keterangan resminya seusai pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, akhir pekan lalu.
Joko juga berencana untuk mendatangkan investor baru guna membayar segala kewajiban perusahaan.
Ia menegaskan tidak akan mundur dan lari meninggalkan perusahaan itu.
Mengenai kericuhan yang terjadi pada RUPST, Joko mengatakan kericuhan disebabkan oleh aksi pihak-pihak yang tidak mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi perusahaan.
Pihak-pihak itu justru menggunakan cara-cara yang tidak wajar, termasuk tekanan kepada Komisaris Utama Anton Apriyantono untuk memuluskan rencana bagi kepentingan dirinya sendiri. "Kami menghindari baku hantam yang sangat mungkin terjadi bila kami tidak keluar dari ruangan," ujar Joko.
Direktur Keuangan TPS Food Sjambiri Lioe berharap antara para komisaris bisa mengedepankan musyawarah untuk mufakat untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Nasib 5.000 karyawan bergantung pada kepiawaian manajemen dan hanya dengan kepemimpinan Pak Joko sebagai pendirinya, TPS Food akan mampu mengembalikan performanya," ujar Sjambiri.
Saat menanggapi kekisruhan yang terjadi pada saat RUPST, akademisi keuangan dari Universitas Indonesia, Yudith Dyah Hapsari, menjelaskan investor sejak berinvestasi saham, harus siap dengan risiko yang tinggi. "High risk high return, prinsip inilah yang harus diingat oleh setiap orang."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved