Data Produksi Jagung Diragukan

(Cah/Pra/E-1)
30/7/2018 06:15
Data Produksi Jagung Diragukan
( ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyarankan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengutamakan pemenuhan kebutuhan serta menekan harga jagung dalam negeri ketimbang menggembar-gemborkan ekspor.

"Dengan harga jagung yang tinggi (Rp4.400 per kg) di dalam negeri, enggak mungkin kita bisa ekspor. Harga jagung international berkisar sekitar US$200 per ton, atau sekitar Rp3.500 per kg setelah bea masuk dan ongkos lainnya," kata Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Industri Pakan dan Veteriner Kadin Sudirman kepada Media Indonesia, Minggu (29/7)

Di sisi lain, data produksi jagung nasional pun masih diragukan. "Menurut USDA (Kementan AS), data produksi jagung kita hanya 10.5 juta ton. Sangat jauh dari laporan Kementan sebanyak 27 juta ton," ujar Sudirman.

Industri pakan saat ini butuh paling tidak 8.5 juta ton per tahun, dan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat. Diproyeksikan, kurang dari 10 tahun ke depan, kebutuhan jagung untuk pakan ternak bisa mencapai 16 juta ton. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jagung ke depan.

Sebelumnya, Perencana Utama Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas Nono Rusono meminta Badan Pusat Statistik (BPS) segera mengevaluasi data-data produksi tanaman pangan yang dirilis Kementan.

Hal itu harus dilakukan guna memastikan berapa besar angka produksi sebenarnya sehingga dapat dijadikan acuan yang tepat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait dengan sektor pangan.

Lonjakan harga jagung, menurut Nono, ialah suatu fenomena yang aneh. Pasalnya Kementan mengklaim produksi jagung pada 2017 mencapai 27,95 juta ton dan memproyeksikan tahun ini mencapai 28,6 juta ton. Jika benar demikian, angka produksi jagung sudah melebihi jumlah kebutuhan yang diperkirakan sekitar 20 juta ton.

"Kalau melihat data, kondisi sekarang tidak sinkron. Ketika persediaan banyak, harusnya harga turun, tetapi ini malah naik," ujar Nono.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya