Fasilitas GSP juga untuk Kepentingan AS

(Pra/E-1)
30/7/2018 05:45
Fasilitas GSP juga untuk Kepentingan AS
(MI/RAMDANI)

MENTERI Perdagangan RI Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan dengan United States Trade Representative Duta Besar Robert E Lighthizer di Washington DC, Amerika Serikat (AS), guna membahas upaya peningkatan perdagangan dan pengurangan hambatan perdagangan kedua negara.

Pertemuan itu menjadi agenda puncak dalam kunjungan kerja delegasi Indonesia ke 'Negeri Paman Sam' sejak 23 Juli 2018 hingga 27 Juli.

Enggartiasto menjelaskan kepada Lighthizer isu-isu yang menghambat kerja sama perdagangan yang terjadi saat ini. Isu-isu tersebut meliputi peninjauan ulang generalized system of preferences (GSP) dan pengecualian bagi Indonesia atas pengenaan penaikan tarif impor produk besi baja dan aluminium AS.

"Permintaan mempertahankan GSP untuk Indonesia tersebut tidak hanya untuk kepentingan industri di Indonesia, tetapi juga untuk kepentingan industri di AS karena terkait proses produksi domestik mereka. Jadi, sebetulnya ini kerja sama win-win yang saling menguntungkan. Ini ialah upaya perdagangan timbal balik yang memberikan manfaat kepada keduanya," ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Minggu (29/7)     

Produk-produk Indonesia yang selama ini menggunakan skema GSP AS antara lain karet, ban mobil, perlengkapan perkabelan kendaraan, emas, asam lemak, perhiasan logam, aluminium, sarung tangan, alat musik, pengeras suara, keyboard, dan baterai.

Indonesia siap membeli bahan baku dan barang modal dari AS untuk menciptakan produk-produk tersebut dan mendukung industri Tanah Air.

Pemerintah Indonesia juga menunjukkan kesungguhan untuk meningkatkan kemitraan strategis pada kunjungan kali ini dengan membawa serta para pelaku usaha untuk melakukan business matching.

Setelah mendengarkan berbagai paparan yang disampaikan, Dubesthizer sangat menghargai dan menyambut baik pendekatan pemerintah Indonesia untuk bekerja sama meningkatkan hubungan bilateral kedua negara sebagai mitra strategis. "Kerja sama Indonesia-AS diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan kedua negara yang masih sangat rendah."





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya