Puradelta Lepas 20% Saham ke Publik

Anastasia Arvirianty
04/5/2015 00:00
Puradelta Lepas 20% Saham ke Publik
(ANTARA/AUDY ALWI)
PT Puradelta Lestari akan menawarkan 20% saham  kepada publik mulai 21 Mei hingga 25 Mei mendatang dalam penawaran umum  saham perdana  (initial public offering/IPO). Jumlah saham yang ditawarkan adalah 10.844.575 miliar, dengan nilai nominal sebesar Rp100 per unitnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk Teky Mailoa, pada acara konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5). Melalui penawaran saham perdana ini, perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp2,3 triliun sampai Rp3,7 triliun.

"Nantinya dana tersebut akan dialokasikan 60% untuk belanja modal pembangunan infrastruktur dan investasi properti, 30% digunakan untuk pembebasan lahan, dan 10% sisanya akan dipakai untuk modal kerja," tutur Teky kepada pers.

Selain itu, PT Sinarmas Sekuritas, PT Macquarie Capital Securities Indonesia, dan PT CLSA Indonesia telah ditunjuk sebagai sekuritas penjamin emisi dari penawaran saham perdana tersebut.

"Kami optimis saham kami akan diminati oleh investor karena meningkatnya permintaan terhadap lahan pada kawasan industri di Kota Deltamas. Didukung oleh banyak investor yang beminat untuk melakukan investasi di Indonesia, maka permintaan akan lahan untuk mengembangkan dan membangun pabrik, serta permintaan perumahanbdam area komersial di Deltamas akan meningkat," ujar Teky.

Teky mengaku permintaan lahan untuk kawasan industri di Kota Deltamas saat ini mengalami peningkatan. "Kawasan industri di Kota Deltamas menyumbang kontribusi sebesar 96% sampai 97%. Sebanyak 80% pembelinya berasal dari investor Jepang. Sehingga, saat ini kita fokus untuk majukan dulu kawasan industri."

Menurut Teky, kawasan industri Kota Deltamas merupakan tahap awal untuk membuat suatu basis pertumbuhan ekonomi yang baik bagi suatu kota. Jika kawasan industri berkembang dengan baik, kawasan lain beserta fasilitasnya akan turut berkembang.

Puradelta Lestari merupakan anak usaha dari Sinarmas Land bekerja sama dengan Sojitz Corporation, yang bergerak dalam bisnis properti dan real estate di Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan tersebut sudah berencana untuk melakukan penawaran saham perdana pada 2013. Namun, kondisi pasar yang belum menguntungkan, membuat penawaran ditunda. (E-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya