Potensi Pembangunan Rumah oleh BUMN Sangat Besar

Iqbal Musyaffa
29/4/2015 00:00
Potensi Pembangunan Rumah oleh BUMN Sangat Besar
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan program pembangunan 1 juta rumah bukan sesuatu yang ambisius. Ia yakin target tersebut dapat tercapai karena besarnya potensi pembiayaan untuk perumahan, khususnya yang berasal dari BUMN. Di hadapan ratusan pekerja dan buruh serta sejumlah menteri kabinet kerja pada saat peresmian program 1 juta rumah di Semarang, Rabu (29/4), Jokowi mengatakan anggaran untuk pembangunan rumah dapat mencapai Rp430 triliun yang berasal dari BUMN yang memiliki anggaran besar, tetapi belum dipergunakan.

 

"Contohnya BPJS. Ada uang besar sekali sekitar Rp180 triliun. Tetapi tidak bisa digunakan karena regulasinya hanya boleh dimanfaatkan 5% untuk bangun rumah," ujarnya. Untuk itu, Jokowi mengaku sudah mengumpulkan seluruh BUMN yang ada sejak tiga minggu. Ia meminta agar dana simpanan BUMN yang belum dimanfaatkan dapat digunakan untuk membangun rumah. "Saya sampaikan agar regulasi pemanfaatan hanya 5% untuk bangun rumah dapat diubah."

 

Setidaknya, sekitar 30%-40% dana simpanan BUMN dapat digunakan untuk membangun rumah. Dan itu bukan merupakan sebuah kerugian. "Itu bukan uang hilang karena akan digunakan untuk bangun rumah dan rusun. Nanti uangnya berputar. Ini yang belum pernah kita lakukan bertahun-tahun."

 

Jokowi memberi contoh tabungan haji di Malaysia diinvestasika untuk pembangunan jalan tol dan perumahan. "Dengan begitu, kita tidak perlu melakukan pinjaman luar negeri ke ADB ataupun World Bank karena ada sumber pembiayaan lain. Utang luar negeri kita sudah Rp 2300 triliun."

 

Lebih lanjut,  Jokowi menghimbau masyarakat tetap optimis programsejuta rumah bisa memenuhi target . Pasalnya program penyediaan perumahan untuk rakyat itu dilaksanakan bukan dengan cara-cara yang biasa, melainkan dengan beberapa terobosan yang dilakukan pemerintah.

 

Pada peresmian di Semarang, akan dibangun dua menara rumah susun untuk buruh dan pekerja sebanyak 174 unit. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mennambahkan pada tahap pertama program 1 juta rumah akan dibangun 103.135 unit rumah dari total 331.693 unit. "Sampai saat ini sudah dibangun 22 ribu unit rumah."

 

Basuki mengatakan, kebijakan pembayaran uang muka sebesar 1% untuk rumah susun fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sudah berlaku sejak 1 Maret. "Untuk uang muka rumah tapak sebesar 1% sudah berlaku sejak 25 April," ujarnya.

 

Kebijakan suku bunga KPR bersubsidi sebesar 5% melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)  dari semula 7,25% sudah berlaku efektif, bersamaan dengan peresmian program 1 juta rumah di Semarang. Dengan stimulus yang dilakukan pemerintah, Basuki optimis 1 juta rumah dapat disediakan secara simultan.

 

Basuki merinci sekitar 600 ribu unit rumah disediakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara sisanya untuk rumah menengah atas yang dijual menggunakan mekanisme pasar.

 

Di saat yang bersamaan, pemerintah juga meresmikan pembangunan 11.557 unit rumah tapak dan rumah susun secara serentak di 9 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. (Mus/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya