Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BIG CIRCLE pekan ini yang merupakan episode ke-66 akan menghadirkan para pebisnis muda yang mampu membantu kalangan menengah ke bawah dalam mendapatkan produk mewah dengan harga murah.
Narasumber pertama ialah Arini Astari dan Bondan Herumurti, founder Belsbee, butik penyewaan baju-baju pesta, berupa kebaya dan gaun. Koleksi baju Belsbee ialah karya desainer lokal. Belsbee hadir untuk menjawab kebutuhan pencinta fesyen dalam mengenakan pakaian karya desainer ternama dengan cukup menyewa di harga yang sangat terjangkau.
Ide awal bisnis itu bermula ketika Arini hendak menikah. Ia mencermati gaun pernikahan sangat glamor dan cantik sekali. Namun, harganya juga fantastis. Padahal, gaun pernikahan hanya bisa digunakan satu kali karena tidak mungkin dipakai lagi untuk pesta lain. Kala itu ia sempat ingin menyewa saja, dengan koleksi terbaru (sewa perdana). Meskipun sewa, harga sewa perdana hampir sama dengan membeli gaun tersebut. Harganya bisa 80% dari harga gaun.
Arini juga membaca bisnis penyewaan gaun pernikahan dari desainer ternama mulai populer di Amerika Serikat (AS). Harganya jauh lebih murah, yaitu 10% dari harga beli. Akhirnya Arini mulai memikirkan cara agar koleksi busana desainer ternama juga bisa digunakan kelas menengah tanpa harga melambung.
Skema bisnis penyewaan busana koleksi desainer akhirnya dijalani Arini. Ia ingin menyasar target usia 18 tahun hingga 30 tahun. Belsbee membuka akses bagi kelas menengah untuk mengenal dan menggunakan busana desainer lokal. Karya desainer dapat terserap oleh masyarakat dan mengedukasi karya desainer Tanah Air tidak kalah memukau jika dibandingkan dengan desainer luar.
Kini sudah terdapat 56 desainer bekerja sama dengan Belsbee, di antaranya Sebastian Gunawan, Vera Anggraini, Biyan Wanaatmadja, Oddy Pranatha, Seyvia Charis, dan Asky Febrianti.
Permak
Belsbee menyewakan busana mulai gaun santai hingga gaun pengantin dengan harga mulai Rp200 ribu (kebaya) hingga Rp2 juta. Waktu penyewaan selama 4 hari. Biaya antarjemput ditanggung Belsbee. Tidak ada deposit yang harus disetorkan. Hanya, ada biaya asuransi Rp20 ribu untuk kustomer yang minta baju dikirimkan langsung tanpa dicoba ke butik. Jika terjadi kerusakan pada baju sewaan, semisal robek, penyewa dikenai biaya penalti Rp500 ribu.
Belsbee juga menyediakan layanan permak busana jika kekecilan atau kebesaran. Busana akan dikembalikan ke desainer dan dipermak di sana. Sebagai catatan, permak tidak bisa dipres sampai menyesuaikan bentuk tubuh dan tidak semua desainer berkenan busananya dipermak.
Belsbee bekerja sama dengan desainer lokal. Pengguna cukup merogoh kocek antara 10% hingga 35% dari harga baju tersebut. Antara Belsbee dan desainer menggunakan sistem konsinyasi. Desainer mendapat 65% dan Belsbee mendapat 35% dari hasil penyewaan. Belsbee bisa mendapatkan omzet Rp300 juta-Rp400 juta per bulan pada bulan-bulan musim pernikahan.
Di masa depan, Belsbee ingin memperluas layanan, tidak hanya B to C, tetapi juga customer to customer. Belsbee akan membuka peluang bagi masyarakat yang memiliki busana koleksi desainer ternama untuk menyewakan baju tersebut melalui Belsbee.
Selain Belsbee, akan hadir narasumber lain, yakni Muji Rusman, cofounder Imooji.
Cerita bisnis kedua narasumber itu dapat Anda saksikan di program Big Circle. Dream Big, Make an Impact! Episode Mewah tapi Murah pada Minggu, 29 Juli 2018, pukul 19.05-20.00 WIB hanya Metro TV bersama dengan Andy F Noya, Amanda Zevannya, dan mentor Veronica Colondam. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved