Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SENTIMEN beli terhadap rupiah berpotensi semakin melemah seiring dengan peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve secara bertahap tahun ini.
"Rupiah melemah melampaui 14.500 dan dapat menyentuh 14.750 apabila Dolar terus menguat," ujar Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (25/7).
Ketegangan dagang internasional merusak selera risiko. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga AS sepertinya akan terus mendukung Dolar.
"Karenanya, mata uang pasar berkembang termasuk Rupiah tetap rentan mengalami kejutan negatif. Dari aspek teknikal, USDIDR akan menguji 14.750 dan kemudian 15.000 jika momentum saat ini bertahan," jelas Otunuga.
Nilai tukar rupiah pada Rabu (25/7) tercatat sempat duduk di level 14.518 per dolar AS atau melemah 0,03%. Pelemahan ini juga terjadi oleh rupiah kepada mata uang negara sekitar. Namun pada proses perdagangan sesi II, rupiah terpantau menguat 53 poin (0,36%). menjadi 14.492 per dolar AS.
Sebelumnya, analis PT Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe melihat penguatan dolar AS dalam teknikal sudah mulai terbatas. Hal ini didukung dengan perdebatan internal AS saat Presiden Donald Trump mengomentari kebijakan The Fed yang terus menaikkan suku bunga. Akibatnya nilai dolar menguat namun posisi AS di perdagangan global menjadi tidak aman.
Dari The Fed pun, kata Kiswoyo, ada kekhawatiran akan takut perang dagang dapat mencelakakan dan memperlambat ekonomi AS.
"Bila ekonomi AS lambat, mereka tidak akan menaikkan suku bunga. dan USD melemah kembali. Itu yang ditunggu market," ujar Kiswoyo.
Tidak mungkin Bank Indonesia harus terus mengintervensi posisi rupiah yang lemah layaknya menggarami laut. Lagipula pada teknikal kenaikannya dolar AS masih dalam fase down trend.
"Begitu sampai titik atas dia (dolar AS) akan turun. Ini hanya menunggu waktu," tukas Kiswoyo. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved