Indonesia Buka Peluang Besar Investor Asing di Infrastruktur
Jessica Sihite
28/4/2015 00:00
(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
PEMERINTAH membuka peluang besar bagi para investor swasta, terlebih swasta asing, untuk turut berperan di proyek infrastruktur pemerintah. Dari total dana investasi proyek infrastruktur yang senilai US$400 miliar, 60% akan diminta dari BUMN, swasta nasional, dan swasta asing. Artinya, sekitar US$240 miliar biaya infrastruktur akan diminta pemerintah dari swasta.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di dalam paparannya pada Tropical Landscapes Summit 2015 di Jakarta, Selasa (28/4).
Bambang memperkirakan dari besaran itu, BUMN hanya mampu berkontribusi sebanyak US$48 miliar. "Sisanya swasta asing," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur lunak untuk mengakomodasi niatan investor asing ke dalam negeri. Persiapan itu sudah dikemas pemerintah dalam skema public private partnership (PPP). "Misalnya, persiapan exposure visiability study. Memastikan studi kelayakan dilakukan oleh perusahaan nasional," lanjut Bambang.
Di samping itu, pemerintah juga menyiapkan pengurangan risiko bagi investor asing yang selama ini terkendala di tingkat daerah, salah satunya dengan menyiapkan guarantee government.
"PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) juga untuk memberi pendanaan kepada setiap investor yang ingin berinvestasi, terutama dalam skema PPP. Tapi kita sedanv siapkan skema pembiayaan supaya memastikan investor percaya pada investasi," paparnya.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan investasi merupakan pilar yang sangat penting dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan. Selain investasi, manajemen berkelanjutan, pembangunan yang inklisuf, dan pertumbuhan makro ekonomi juga menjadi pilar pembangunan berkelanjutan. (Q-1)