Meski Dinilai Tak Efektif, Kementan Terus Lanjutkan Upsus Jagung

Andhika prasetyo
24/7/2018 16:52
Meski Dinilai Tak Efektif, Kementan Terus Lanjutkan Upsus Jagung
(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

DIREKTORAT Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus melanjutkan program pemberian benih secara gratis melalui Upaya Khusus untuk peningkatan produksi jagung.

Sepanjang 2018, Kementan memiliki kontrak pemberian benih jagung untuk lahan seluas 3 juta hektare (ha). Hingga semester pertama tahun ini, distribusi yang telah terealisasi mencapai 2,6 juta ha.

"Ada yang masih tahap awal, sedang dalam distribusi, dan sudah disalurkan. Ada juga yang sudah penanaman. Totalnya 2,6 juta ha," ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto kepada wartawan, Selasa (24/7).

Ia pun mengatakan kebijakan itu hanya diberikan kepada para petani yang memiliki lahan potensial untuk ditanami jagung, namun belum digarap dengan maksimal.

"Itu diberikan ke wilayah yang masuk ke dalam program Perluasan Areal Tanam Baru. Yang sudah biasa menanam jagung tidak kita berikan bantuan. Itu strategi kita supaya bantuan pemerintah tidak terlalu berat," ucapnya.

Gatot menyebutkan, benih yang diberikan pemerintah memiliki kualitas baik dengan rata-rata produktivitas 7,5 ton per ha.

"Tetapi kami memang melakukan pengujian di daerah terluar. Kami mau coba hasilkan 10 ton sampai 11 ton per ha," tandasnya.

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai mekanisme distribusi benih jagung melaui UPSUS tidak efektif dan perlu dievaluasi. Evaluasi yang dibutuhkan meliputi kualitas benih, kriteria penerima dan efektivitas dari program itu sendiri. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya