Tiongkok Sementara Sebatas Pendanaan

Wibowo
27/4/2015 00:00
Tiongkok Sementara Sebatas Pendanaan
(ANTARA/Dewi Fajriani)
Pengerjaan proyek light rail transit  (LRT) sepanjang 30 km dari Cibubur hingga Dukuh Atas, Jakarta, senilai Rp9,9 triliun oleh PT Adhi Karya (persero) Tbk akan didanai dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,4 triliun dan penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp1,34 triliun. 

Tawaran pendanaan dari Tiongkok akan dipertimbangkan, namun dipastikan hanya sebatas pendanaan, tidak termasuk pengerjaan.  Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengemukakan itu ketika dihubungi  kemarin.

Kendati begitu, BUMN tersebut masih fokus pada pelaksanaan rights issue yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2015.  "Kalau belum rights issue, kita bicara pinjaman, nanti takutnya missed," ungkap Ki Syahgolang.

Setelah menyelesaikan right issue, Adhi Karya akan melanjutkan pembicaraan mengenai pendanaan non equitas untuk pengerjaan proyek LRT, termasuk dalam bentuk pendanaan perbankan dari Tiongkok. 

Perbankan Tiongkok menyiapkan dana sebesar US$50 miliar (Rp647,7 triliun)  untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

''China Development Bank menyiapkan dana sebesar US$30 miliar, ICBC senilai US$20 miliar,'' ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (24/4).

China Development Bank menganggarkan dana sebesar US$10 miliar untuk pembangunan transmisi dan pembangkit listrik (power plant) yang dikerjakan PT PLN (persero). Lembaga keuangan Tiongkok tersebut juga menyediakan  dana untuk proyek pembangunan smelter untuk PT Antam (persero). Lalu proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang dikerjakan PT Adhi Karya (persero). Dan pembangunan pelabuhan Sorong, Papua, yang menjadi bagian dari PT Pelindo II (persero). (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya