Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIRJEN Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengatakan bahwa upaya mengorporasikan petani kopi dapat menjadi solusi bagi peningkatan produksi dan mutu kopi Indonesia.
Dengan begitu, pada akhirnya berbagai jenis kopi yang tersebar di Indonesia dapat menjadi produk unggulan yang akan membawa nama besar Indonesia di panggung kopi dunia.
"Sekitar 96% pengelolaan kopi kita dilakukan petani atau perkebunan rakyat. Perintah Presiden Joko Widodo ialah korporasikan petani sehingga mereka lebih memiliki daya saing," kata Bambang saat menghadiri festival dan panen kopi di Lampung Barat, Minggu (22/7).
Hadir dalam acara itu Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kopi Indonesia, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, dan anggota Komisi IV DPR asal Lampung, Sudin.
Korporatisasi petani yang dimaksud ialah membuat petani bekerja sama dalam satu sistem kelembagaan. Petani kopi bisa membentuk kelompok untuk bisa bersama-sama mengelola kebutuhan mereka terkait dengan bibit, pupuk, juga pemasaran. Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah mendorong korporatisasi petani.
"Jadi, mereka akan lebih berdaya saing. Kalau mereka berada dalam satu kelembagaan, pupuk pun akan lebih mudah didapat dan kredit perbankan lebih mudah disalurkan," ujarnya.
Ia mencontohkan bahwa dengan mengumpulkan Rp1 juta per kepala keluarga (KK) dan menghimpun 1.000 KK dalam satu lembaga seperti koperasi, akan diperoleh modal awal Rp1 miliar. Jumlah itu bisa dipergunakan secara bersama-sama untuk mengelola hasil kopi mereka secara lebih baik lagi. Dengan sistem kelembagaan, harga kopi pun tidak akan jatuh saat panen karena pemasaran yang dilakukan akan lebih efektif.
"Intinya dengan kelembagaan, petani akan lebih berdaya saing. Harga tidak akan jatuh, pupuk mudah didapat, dan juga kredit bank lebih gampang," urainya.
Ditjen Perkebunan telah berkomitmen untuk membantu masalah pembibitan bagi daerah yang petani dan pemerintah daerahnya berkomitmen kuat untuk meningkatkan kualitas kopi secara kelembagaan.
Yang pasti, pemerintah te-rus mendorong agar kualitas kopi yang dihasilkan meningkat. Dengan demikian, kese-jahteraan petani pun akan meningkat karena kopi yang dihasilkan mendapat harga yang baik dari konsumen.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bertekad dapat membangkitkan lagi kejayaan petani kopi di daerahnya.
"Kebangkitan untuk kejayaan petani kopi Lampung Barat harus dilanjutkan, bahkan terus makin dikembangkan lagi," kata Bupati berkaitan dengan pelaksanaan Festival Kopi Lampung Barat 2018 yang dipusatkan di Pekon Gunung Terang dan Rigis Jaya, Kecamatan Air Hitam, yang ditutup kemarin.
Dia menyatakan, mengingat sekitar 70% warga di Kabupaten Lampung Barat bergantung dari hasil budi daya kopi robusta, pemkab setempat memberi perhatian serius kepada para petani kopi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved