Konstruksi Kereta Cepat Butuh Tiga Tahun

Wibowo
24/4/2015 00:00
Konstruksi Kereta Cepat Butuh Tiga Tahun
(REUTERS/Stringer)
Pembangunan kereta cepat untuk rute Jakarta-Bandung membutuhkan waktu  tiga tahun. Saat ini sedangkan dilakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) teknis. "Kita harapkan selesai akhir Juni atau permulaan Juli untuk final technical FS," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (23/4) malam.

Studi kelayakan teknis akan dilanjutkan  tahapan studi kelayakan finansial yang ditargetkan selesai akhir Juli 2015.  Menurut Rini, pembangunan kereta cepat harus melibatkan badan usaha milik negara (BUMN). Ia mencontohkan,  kemitraan dengan PT Inka untuk pembuatan gerbong. Kemudian, kerja sama dengan PT Len untuk persinyalan atau ruang kontrol.

Rini menuturkan pemerintah juga meminta transfer teknologi bila proyek kereta cepat direalisasikan. Dengan demikian Sumber daya lokal mampu turut berkontribusi. Namun, Rini menegaskan pemerintah tidak memberikan jaminan terhadap proyek tersebut. 

Pemerintah menunjuk PT Wijaya Karya (persero) sebagai lead organizer untuk proyek kereta cepat. Rini menambahkan pemerintah meminta PT Kereta Api Indonesia (persero) berkonsentrasi dalam pengoperasian kereta api dasar untuk kepentingan masyarakat luas.  (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya