Tiga BUMN Bakal Bentuk Perusahaan Properti

Wibowo
23/4/2015 00:00
Tiga BUMN Bakal Bentuk Perusahaan Properti
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Tiga BUMN yakni PT Timah (persero) Tbk, PT Adhi Karya (persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (persero) Tbk. bakal mendirikan perusahaan patungan di sektor properti. Jika tidak ada aral, perusahaan patungan itu akan beroperasi pada Mei 2015.

Direktur Utama Timah Sukrisno menegaskan hal tersebut. Adapaun komposisi dari perusahaan tersebut antara lain 51% PT Timah, 24,5% PT Adhi Karya, dan 24,5% PT Wijaya Karya.

''Awalnya, porsi kepemilikan Timah pada perusahaan properti sebesar 40%. Lalu Adhi Karya dan Wijaya Karya masing-masing sekitar 30%. Sekarang perubahan komposisi,'' kata Sukrisno dalam acara Institusional Investor Day di Gedung BEI (Bursa Efek Indonesia), Jakarta kemarin.

Pengusaan saham pada perusahaan properti merupakan usaha badan usaha milik negara (BUMN) itu mendiversifikasi portofolio pendapatan perusahaan. Saat ini, pendapatan Timah dikontribusikan dari penjualan komoditas yang mencapai 90%. Sisanya non timah.

Dengan perusahaan properti maka diharapkan pendapatan dari penjualan komoditas akan berkurang. ''Kontribusi dari penjualan timah 80%, sisanya non timah, hingga 50:50,'' ungkapnya.

Menurut Sukrisno, laporan keuangan perusahaan properti itu akan dikonsolidasikan pada kinerja perusahaan berkode emiten TINS tersebut.

Perusahaan properti itu akan mengerjakan proyek pada lahan milik Timah seluas 176 hektar (ha) di Bekasi. Pada tahap pertama, Timah akan mengerjakan proyek rumah tapak pada lahan seluas 40 ha dengan investasi senilai Rp 150 miliar.
Selain bisnis properti, Timah juga mengerjakan bisnis rumah sakit. Perseroan melakukan kerja sama operasional dengan Pertamina Medika di Pangkal Pinang.

Timah menganggarkan dana untuk peralatan rumah sakit sebesar Rp200 miliar. Dana sebesar Rp 150 miliar dari pinjaman bank. Sisanya dari kas internal. (Bow/E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya