Adhi Karya Gabungkan Anak Usaha

Wibowo
23/4/2015 00:00
Adhi Karya Gabungkan Anak Usaha
(ANTARA/Fahrul Jayadiputra)
PT Adhi Karya (persero) Tbk berencana menggabungkan penggabungan anak usaha, PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti. "Kita (Adhi Karya) harapkan semester satu tahun 2015 sudah selesai," kata Direktur I Adhi Karya Supardi dalam acara Institusional Investor Day di Gedung BEI (Bursa Efek Indonesia), Jakarta, hari ini.

Menurutnya, kedua perusahaan itu memiliki linis bisnis yang sama. Penggabungan akan meningkatkan kemampuan perusahaan pasca merger.

Supardi menuturkan Adhi Karya sebagai induk usaha juga berencana melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering) untuk anak perusahaan tersebut. Pelaksanaan go public mempertimbangkan kemampuan ataupun kondisi. "Kita lihat secara keseluruhan dan evaluasi, mungkin akhir tahun ini atau awal 2016," ujarnya.

Pelaksanaan IPO anak perusahaan tersebut untuk meningkatkan dari sisi pendanaan. Serta mengurangi beban utang Adhi Karya sebagai induk usaha.

Ia mengungkapkan perusahaan berkode emiten ADHI itu sedang melaksanakan penugasan untuk proyek pengerjaan Light Rail Transit (LRT) sepanjang 30 km dari Cibubur hingga Dukuh Atas senilai Rp9,9 triliun.

Adhi Karya berencana melaksanakan pengerjaan proyek LRT tersebut pada semester kedua tahun ini. "Konstruksi selama tiga tahun," tuturnya.

Untuk pendanaan proyek LRT, Supardi menuturkan Adhi Karya akan menggunakan anggaran dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,4 triliun. Serta pelaksanaan right issue senilai Rp1,34 triliun.

Adhi Karya, tambahnya, juga sudah melakukan dengan China Development Bank untuk pendanaan proyek LRT. Selain pembicaraan dengan perbankan badan usaha milik negara (BUMN) untuk pinjaman.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan pihaknya memperoleh kontrak baru sebesar Rp2,5 triliun pada periode Januari hingga Maret 2015. Pencapaian itu dikontribusikan dari lini konstruksi sebesar 89%.

Adhi Karya menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2015 sebesar Rp15,2 triliun, naik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp9,2 triliun. Lini bisnis jasa konstruksi diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp12,5 triliun, properti realti Rp1,7 triliun, precast concrete Rp479,6 miliar, dan EPC (engineering, procurement, and construction) Rp460,1 miliar.

Perolehan kontrak baru akan mendukung target pendapatan Adhi Karya sebesar Rp13,2 triliun pada tahun ini. Sedangkan laba bersih Rp440,1 miliar. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya