Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Aqua Japan Indonesia optimistis akan mencapai target pertumbuhan penjualan hingga 32% tahun ini dengan fokus memperluas penjualan di daerah Jawa, Lampung, dan Sulawesi.
"Target pertumbuhan penjualan tahun ini 32%. Semester pertama 2018 itu tumbuh masih 20%, sisanya kita kejar di semester kedua," ujar Presiden Direktur PT Aqua Japan Indonesia, Kenji Sadayuki, di Jakarta, Kamis (19/7).
Ia mengatakan, kontribusi terbesar penjualan berasal dari Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
"Pertumbuhan tercepat itu Sumatra bagian selatan seperti Lampung. Tahun ini, kita fokus di pasar semimodern dan akan membuka 70 toko semimodern. Target segmennya kalangan kelas menengah ke atas untuk tahun ini," kata Kenji.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasar catatan Badan Pusat Statistik Indonesia mencapai 5,07% pada 2017. Pencapaian ini lebih besar 0,05% dari sebelumnya.
Di satu sisi, lanjut dia, meski pasar elektronik Indonesia mengalami penurunan 12,9% jika dibandingkan dengan 2016, Aqua Japan didukung dengan poduk-produk inovatif berhasil mencapai angka penjualan dengan pertumbuhan 12% pada 2017.
"Pada 2017 pasar elektronik Indonesia turun 12,9% jika dibandingkan dengan 2016, situasi itu kami malah mencatatkan kenaikan 12% hingga akhir tahun," kata dia.
Terkait pelemahan rupiah, Kenji mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah itu tidak berdampak pada pertumbuhan penjualan.
"Kami menghadirkan produk dengan inovasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen," kata dia.
Saat ini, produsen peralatan elektronik dari Jepang itu didukung 350 distributor besar dan 2.000-3.000 toko untuk memasarkan produknya di seluruh Indonesia. Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah 8 poin menjadi Rp14.422 dari posisi ebelumnya Rp14.414 per dolar AS.
Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan, pertahanan rupiah di teritori positif tampaknya tidak mampu bertahan lebih lama seiring mulai adanya sentimen negatif dari menguatnya laju dolar AS. (OL)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved