Konsolidasi Bank Syariah Ditunda

Irene Harty
22/4/2015 00:00
Konsolidasi Bank Syariah Ditunda
(ANTARA FOTO/Eric Ireng)
HARAPAN masyarakat untuk memiliki bank umum syariah yang besar diproyeksikan belum terealisasi tahun ini. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengisyaratkan untuk menunda konsolidasi bank-bank umum syariah BUMN. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Mulya Siregar menegaskan hal tersebut. Ia mengungkapkan, penundaan ini telah disepakati oleh industri karena mereka membutuhkan waktu panjang untuk sinkronisasi..

"Jadi ada BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BTN Syariah, dan BNI Syariah, harus sinergi mulai dari sisi strategis, human resources, teknologi informasi," ujar Mulya dalam Islamic Finance News Forum di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (22/4). Bank-bank syariah, lanjut Mulya, perlu menyamakan level strategis baik nilai maupun visi ke depan. Lalu setelah itu kesamaan level playing field dan sumber daya manusia serta teknologi informasi.

"Nah tu digabung enak, makanya bertahap. Setelah itu business plannya. Kalau sekarang langsung digabung dan sinergi dilakukan setelahnya akan repot dan lama," jelasnya lagi. Jika pengaturan diatur oleh pemilik yang sama maka sinergi akan bisa diciptakan lebih mudah.

Presiden Direktur BNI Syariah, Dinno Indiano, menyatakan konsolidasi atau merger bank syariah merupakan hal yang menarik. Bank syariah BUMN dinilainya sudah siap tapi perlu pengkajian lebih dalam. Seperti jumlah karyawan jika keempat bank syariah BUMN digabung.

"Kalau kita digabung itu jumlah karyawan sampai 26 ribu. Sementara bank nomor 4 di Indonesia itu kurang lebih juga memiliki 26 ribu karyawan yang asetnya 4x lipat daripada kalau bank (syariah) itu digabungin," ujarnya. Menurut dia itu menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam rangka mewujudkan bank syariah dalam kondisi keuangan yang terbaik
terutama kualitas aset.

Jika dilakukan sekarang maka kemungkinan penggabungan aset keempat bank syariah BUMN bukan menghasilkan penyatuan tiga setengah aset bank syariah BUMN tapi bisa jadi tiga atau dua setengah nilai aset. Akan tetapi jika skala ekonomi bank syariah baik maka mungkin nilai aset bisa mencapai kenaikan lima kali atau enam kali. "Contoh CAR empat bank cuma 13,8%, mepet itu kan, kalau sendiri-sendiri masih pas di 15%-16%," tambah Dinno. (E-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya