Pemeriksaan Awal Nyatakan Yoseph Meninggal Akibat Serangan Jantung

Wibowo
22/4/2015 00:00
Pemeriksaan Awal Nyatakan Yoseph Meninggal Akibat Serangan Jantung
(AFP/UGENG NUGROHO)
HASIL pemeriksaan medis sementara bahwa Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku, Yoseph Sairlela, meninggal karena serangan jantung.

''Almarhum (Yoseph Sairlela) sudah mengidap hipertensi akut,'' kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Asep Burhanudin di Gedung Mina Bahari, Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Asep. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta izin dari pihak keluarga untuk melakukan visum atau otopsi Yoseph Sairlela. Meski awalnya menolak, keluarga akhirnya menerima permintaan tersebut. ''Hasil otopsi sekitar dua minggu,'' ungkapnya.

Selain itu, Kepolisian Reskrim Jakarta Pusat sudah memanggil saksi terkait meninggalnya Yoseph di Hotel Treva Menteng. Adapun, Yoseph sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya selaku Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku, terkait kasus perbudakan di kapal milik PT Pusaka Benjina Resources (PBR).

Yoseph ditemukan meninggal di salah satu hotel kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4) malam,  Banyak spekulasi yang berkembang bahwa kematian pria itu berhubungan dengan kasus Benjina. 

Pada Selasa (21/4), Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan pihaknya tidak ingin berpolemik lebih jauh sebelum mengetahui duduk perkara yang pasti. Namun Susi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas kepergian salah satu pegawainya. Terlebih, ungkap dia, Yoseph merupakan saksi kunci dari kasus praktik perbudakan terhadap ratusan anak buah kapal (ABK) yang melibatkan PBR di wilayah Benjina, Kepulauan Aru, Maluku. (Bow)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya